Selasa, 21 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Setiap Hari Untuk Kemuliaan Tuhan

Bacaan ayat: Keluaran 20:11 (TB) Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh;

Editor: Suci Rahayu PK
ist
Ilustrasi renungan harian 

Setiap Hari Untuk Kemuliaan Tuhan

Bacaan ayat: Keluaran 20:11 (TB) Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Renungan oleh Pdt Feri Nugroho

Pdt Feri Nugroho
Pdt Feri Nugroho (Instagram @ferinugroho77)

Coba catat, setiap hari apa kita lakukan selama dua belas jam di hari siang. Ditemukan kata yang terus berulang dan memakan banyak waktu bagi kita yang berusia produktif, yaitu kata bekerja.

Di era kehidupan modern, tidak bisa dihindari, kerja menjadi hal wajib untuk dilakukan setiap orang jika ingin kebutuhan hidupnya terpenuhi.

Bekerja identik dengan orang-orang yang bertanggung jawab, merancang masa depan, orang yang dapat dipercaya, dapat diandalkan, dan dalam relasi akan menciptakan rasa nyaman.

Jika tidak bekerja cenderung dinilai malas, tidak punya masa depan, dihindari banyak orang, bahkan dikaitkan dengan pengingkaran terhadap tugas untuk menata kehidupan.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Hidup Dekat dengan Tuhan

Paham inilah yang menjadi latar belakang untuk memposisikan kerja sebagai status sosial dalam bermasyarakat. Ironisnya, karena pekerjaan justru membuat seseorang tidak sempat lagi bermasyarakat.

Hari-hari diwarnai dengan kesibukan pekerjaan. Jangankan untuk berjumpa dengan orang lain, berkomunikasi dengan keluarga pun cukup seperlunya.

Perbincangan dianggap tidak produktif, tidak menghasilkan keuntungan, bahkan cenderung mengarah kepada kejahatan ketika obrolan mengarah pada tema tentang pribadi orang lain.

Apa hasilnya ketika bekerja diposisi kan begitu mulia dalam kehidupan? Seseorang bisa saja diperbudak oleh pekerjaan.

Tujuan awal yang mulia demi menata masa depan, lambat namun pasti digantikan pada hasil pekerjaan yang hanya ditumpuk, entah untuk apa dan siapa.

Waspadalah, jangan sampai pekerjaan yang dipakai untuk melayani kehidupan justru memperbudak kita, sehingga kita tidak mampu lagi menikmati kehidupan.

Sejak semula, Allah memandatkan manusia untuk bekerja.

Tugas untuk bertambah banyak untuk memenuhi bumi, menaklukkan dan menguasai bumi, telah diperintahkan Allah sebelum manusia jatuh dalam dosa.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved