Renungan Kristen
Renungan Harian Kristen - Menjaga Hati dengan Pikiran yang Baik
Bacaan ayat; Amsal 4:23 (TB) Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan
Menjaga Hati dengan Pikiran yang Baik
Bacaan ayat; Amsal 4:23 (TB) Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Oleh Pdt Feri Nugroho
Manusia diciptakan mulia. Mulia yang dimaksud adalah manusia memancarkan kemuliaan Allah.
Dengan kemampuan cipta, manusia mempunyai kemampuan untuk bebas memilih dalam karya.
Rasa, memungkinkan manusia merasakan segala hal; suka dan duka, bahagian dan sedil, dan lain-lain.
Karya, membuat manusia menciptakan perilaku sebagai wujud nyata dari cipta dan rasa yang ada.
Dalam karsa dapat diketahui tentang apa yang dipikirkan dan dikehendaki oleh manusia.
Dan dengan perilaku, membuat manusia dapat membangun kehidupan semakin baik.
Fokus pada rasa, secara umum rasa terkait erat dengan perasaan. Kita menghubungkannya dengan hati, tempat terdalam dimana keberadaan batin itu ada.
Tempat dimana pengertian disimpan dan dikelola sedemikian rupa sehingga terekspresi dalam tindakan tertawa atau menangis; bergantung pada apa yang dirasakan.
Baca juga: Renungan Harian Kristen - Tetap Bersyukur Meskipun Dalam Derita
Perasaan menjadi tempat yang paling rentan dipengaruhi.
Sebelum cipta atau pikiran berkembang dan karya atau kehendak terwujud, rasa sudah lebih awal berkembang.
Bayi ketika dilahirkan menangis tanpa tau mengapa. Semua ekspresi ketidaknyamanan diwujudkan dalam tangisan.
Lapar atau haus, bayi akan menangis. Tidak nyaman karena basah atau hal lainnya, bayi juga menangis.
Terancam oleh sesuatu yang belum dipahami, menangis menjadi ekspresi yang nyata. Para orang dewasalah yang kemudian bertanggungjawab mencari tahu sumber masalah dan menyelesaikannya.
Bahkan ketika menjadi dewasa, perasaan seringkali masih berada di posisi terdepan sebelum paham terhadap apa yang sedang terjadi.
Seiring waktu, ekspresi perasaan semakin kompleks, meskipun tangisan sebagai ekspresi tradisional tetap ada dan dikembangkan semakin kompleks.
Baca juga: Renungan Harian Kristen - Dalam Lindungan Sang Gembala Agung
Karena perasaan ditempatkan pada garda terdepan, maka perlu diimbangi dengan kemampuan berfikir yang lebih dalam agar memahami dan tidak hanyut dalam perasaan.
Pengendalian muncul, sehingga tindakan dapat diarahkan kepada hal yang produktif; bukan destruktif.
Penulis Amsal menemukan bahwa hati sebagai tempat perasaan ada, harus dijaga dengan baik agar tidak mudah baper (terbawa perasaan).
Amsal menulis, "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."
Kewaspadaan yang dimaksud tentu terkait erat dengan segala kemungkinan yang mungkin terjadi. Karena hati (perasaan) sangat mudah sekali dipengaruhi.
Diperlukan kesadaran diri terus menerus setiap waktu terhadap segala hal yang terjadi.
Pengalaman traumatis, jangan sampai menyeret seseorang terus hidup dimasa lalu dalam ketakutan dan kecemasan yang tiada berakhir, sementara kehidupan sudah diwarnai dengan berbagai pengalaman yang lain.
Atau sebuah peristiwa menjadi kenangan yang tidak bisa terlupakan, sehingga terus menerus dipuja, sementara banyak kenangan lain yang perlu mendapat perhatian untuk menyemangati hidup.
Kewaspadaan tersebut oleh penulis Amsal dikaitkan dengan kehidupan. Perasaan oleh penulis Amsal diposisikan sebagai tempat yang peka untuk menilai segala sesuatu.
Semacam alarm yang memberi sinyal kepada pikiran agar menghasilkan pikiran yang berkualitas bagi kehidupan.
Baca juga: Renungan Kristen - Kasih Tuhan yang Melintasi Ruang dan Waktu
Perasaan dapat menjadi potensi untuk mengukur kualitas kehidupan agar senantiasa sesuai dengan kehendak Tuhan.
Itu artinya, perasaan dapat menjadi tempat bagi Allah untuk menyatakan kehendak-Nya bagi kehidupan manusia, asal manusia peka dengan karya-Nya.
Dalam hal ini, Roh Kudus lah yang terus menerus memberikan peringatan jika mulai melenceng dan memberi penghiburan ketika ada kedukaan yang bisa menghambat seseorang untuk melihat karya Tuhan.
Tidak masalah jika memiliki kepekaan dalam hal hati dimana perasaan ada.
Manfaatkan itu untuk melakukan tindakan yang sesuai dengan kehendak Tuhan.
Arahkan pikiran untuk senantiasa berfikir benar dalam segala pengalaman agar dapat bermakna dan dimaknai secara benar.
Baper, tidak masalah ketika dikendalikan oleh pikiran yang positif dan diarahkan pada tindakan ketaatan kepada Allah.
Roh Kudus akan menuntun kehidupan kita.
Amin.
Renungan oleh Pdt Feri Nugroho S.Th, GKSBS Palembang Siloam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/08012021-renungan.jpg)