Fasha Jadi Ketua Nasdem Jambi

Pengamat Politik Memandang Fasha Pindah Ke Nasdem Bukan Pilihan Tepat Jika Untuk Maju Pilgub

pengamat politik Dr Pahrudin memandang pindahnya Syarif Fasha ada kaitannya dengan kontestasi pemilihan pada 2024 mendatang.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Suang Sitanggang
istimewa
Sy Fasha menerima mandat sebagai Ketua DPW Partai NasDem Provinsi JAmbi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pindahnya tokoh politik dari satu partai ke partai yang lain sudah hal biasa di negara ini.

Namun, akan terlihat berbeda jika tokoh yang pindah partai adalah tokoh yang memiliki popularitas yang cukup tinggi.

Hal ini disampaikan oleh Dr Pahrudin HM MA, Analis Politik Universitas Nurdin Hamzah Jambi.

Penyampaian ini terkait dengan tanggapan pindahnya Syarif Fasha ke Partai Nasdem.

Ia memandang pindahnya Syarif Fasha ada kaitannya dengan kontestasi pemilihan pada 2024 mendatang.

"Perpindahan ini juga terkait dengan kontestasi pada 2024 mendatang. Fasha secara pribadi maupun Partai Nasdem sebagai memiliki keinginan yang sama. Apalagi kan kita ketahui jabatan Fasha mentok di walikota," katanya.

Pahrudin menyebut hubungan antar Fasha dan Nasdem sebetulnya telah terjalin hubungan baik sejak adanya dukungan Nasdem pada Fasha ketika ingin maju dalam Pilkada 2020 lalu.

Pindahnya Fasha ke Nasdem membawa keuntungan bagi Nasdem karena memungkinkan akan meningkatkan elektabilitas Nasdem.

"Dari sisi nasdem, ini kontestasi 2024 sangat penting bagi semua orang, secara nasional jokowi tidak maju, sehingga memang ini ada peluang bagi nasdem untuk meningkatkan nilai elektoralnya. Caranya merekrut tokoh-tokoh publik yang berpotensi menaikan elektablitas," sebutnya

Baca juga: BREAKING NEWS: Syarif Fasha Resmi Terima SK Sebagai Ketua DPW Partai Nasdem Jambi

"Tentu saja ini melalui daerah-daerah, seperti halnya Fasha," tambahnya.

Dia mengatakan sosok Fasha diminati oleh semua partai.

"Partai ini kan kontestasi ini sangat ketat, maka perlu figur potensial. Apalagi fasha saat ini menjadi walikota, di banding tokoh lain durasi tampilnya lebih banyak. Ini bisa di manfaatkan oleh Nasdem," sambungnya.

Disisi lain, secara pribadi ia memandang jika keinginan Fasha bergabung dengan Nasdem untuk menjadi Gubernur atau maju daam Pilgub mendatang tidak tepat.

Karena menurutnya dongkrak Nasdem dari segi kursi dewan tidak mendukung.

"Kalau dia mau menyasar Pilgub 2024 ini kurang tepat. Kalau yang disasar pilgub, ini jika kita lihat nasdem ada 3 kursi, jadi tidak terlalu banyak lah,"sebutnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved