Breaking News:

Cerita Sarno dan RS Pertamina Andalan Jambi Tempo Dulu

Eks Rumah Sakit (Rs) Pertamina menyimpan sejuta kenangan dan sejarah pertambangan minyak di Bajubang, Jambi.

Penulis: A Musawira | Editor: Teguh Suprayitno
istimewa
Sarno (77) Pensiunan Pertamina bagian Tenaga Kesehatan pada 1965-1994. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN-Eks Rumah Sakit (Rs) Pertamina menyimpan sejuta kenangan dan sejarah pertambangan minyak di Bajubang, Jambi.

Sebab Rs Pertamina sangat berperan aktif membantu mengobati para pekerja disaat terjadi kecelakaan dalam aktivitas kerja.

Kecelakaan kerja sangat wajar terjadi, sebab kegiatan pertambangan minyak yang memiliki risiko rawan kecelakaan.

Sarno (77) Pensiunan Pertamina bagian Tenaga Kesehatan pada 1965-1994, menceritakan bahwa dirinya tergabung menjadi tenaga kesehatan di RS Pertamina sejak 1965 silam, waktu itu perusahaan tempat ia bekerja masih dinamai PT Permindo.

“Bangunan Rs Pertamina ini yang dirikannya adalah Belanda. Tapi ada juga tambahan beberapa bangunan setelah difungsikan oleh pertamina. Rs Pertamina sejak 1960 termasuk yang terkenal di Provinsi Jambi,” kata Sarno selaku tenaga kesehatan eks Rs Pertamina.

Sarno mengatakan waktu itu dokter yang bertugas ada tiga, terdiri dari kepala rumah sakit, dokter umum dan dokter spesialis. Meski hanya ada tiga tapi yang berobat cukup ramai, bahkan pernah mencapai 200 orang.

Penampakan bangunan eks Rs Pertamina di Bajubang.
Penampakan bangunan eks Rs Pertamina di Bajubang. (Tribunjambi/Musawira)

Kawasan pengeboran minyak Pertamina cukup luas ada di Sungai Lilin, Tempino, Kenali Asam dan pusatnya ada di Bajubang.

“Waktu saya bekerja pelayanan kesehatan di Rs Pertamina sudah lengkap terdiri dari poli klinik, klinik gigi, apotek, ruang ronsen dan ruang perawatan laki-laki dan perempuan,” ujarnya.

Ia mengaku bahwa pelayanan di Rs Pertamina pertama kali khusus untuk karyawan Pertamina namun sejak 1967 sudah menerima pasien umum.

Sejauh ini, Rs Pertamina di Bajubang hanya menyisahkan bangunannya saja yang masih berdiri untuk pelayanan kesehatan saat ini berubah menjadi pos kesehatan yang hanya memeriksa pasien batuk dan pilek itu pun rawat jalan, selain penyakit itu sudah dirujuk ke Jambi

"Awalnya ada anjuran dari pemerintah bahwa pensiun bisa dipercepat. Jadi pas 1994 banyak yang pensiun, akhirnya banyak tenaga kesehatan yang berangsur-nagsur keluar," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved