Kamis, 30 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Tetap Indah Meskipun Tumbuh Diatas Lumpur

Bacaan ayat: Kejadian 6:8-9 (TB) Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN. Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
Instagram @ferinugroho77
Pdt Feri Nugroho 

Tetap Indah Meskipun Tumbuh Diatas Lumpur

Bacaan ayat: Kejadian 6:8-9 (TB) Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.
Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.

Oleh Pdt Feri Nugroho

"Saya keluar dari pekerjaan ini! Pada awalnya saya berharap bahwa tempat kerja yang menyandang nama Kristen adalah tempat kerja yang penuh kasih, ada damai dan sukacita. Namun yang saya dapati justru tekanan demi tekanan; tidak ada damai sejahtera sama sekali. Untuk apa setiap pagi dibuat renungan pagi, jika seharian justru penuh dengan kebencian dan caci maki. Saya keluar...!!"

Sepenggal ungkapan kekesalan hati yang riil terjadi.

Sebagai seorang yang sedang bertumbuh imannya, ia berharap lingkungan tempat kerja dapat mensuport dengan baik.

Ia mempunyai ekspektasi yang sangat tinggi terhadap orang-orang disekitarnya sebagai orang yang beriman kuat dan perilaku yang penuh kasih, karena menyandang label Kristen.

Faktanya, ia harus kecewa. Bukan iman yang bertumbuh, sebaliknya dapat terjadi imannya gugur dalam perjalanan.

Apakah situasi tersebut pernah kita alami? Apakah pilihan menjauh, menjadi pilihan bijaksana?

Jika harus bertahan, bagaimana cara kita dapat bertahan?

Nuh hidup pada masa kejahatan merajalela di bumi. Semua orang berlaku jahat. Kecenderungan hati mereka selalu mengarah kepada kejahatan semata.

Sama sekali tidak ada kebenaran ditemukan dalam setiap perilaku yang dilakukan.

Bahkan Tuhan sendiri saja menyesal, kecewa melihat fakta tersebut. "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka."

Tuhan mengambil keputusan untuk menghapuskan segala yang diciptakan karena kejahatan yang mereka lakukan.

Di tengah-tengah hiruk pikuk kejahatan yang terjadi, Nuh tampil dalam kebaikan dan kebenaran.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Dipulihkan Untuk Bersaksi Tentang Kasih Tuhan

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved