Berita Batanghari
Petani Sawit di Batanghari Sebut Harga TBS Tahun Ini Paling Mantap
Berita Batanghari-Para petani kelapa sawit di Batanghari pun saat ini meningkatkan produksinya.
Penulis: A Musawira | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN-Petani kelapa sawit di Kabupaten Batanghari mendapatkan angin segar sebab harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Batanghari merangkak naik.
Para petani kelapa sawit di Batanghari pun saat ini meningkatkan produksinya.
Rizal (38) Petani Kelapa Sawit dari Kecamatan Pemayung Desa Serasah mengaku senang dengan kenaikan harga TBS kelapa sawit yang bertahan stabil sampai dengan saat ini.
Kebun sawit miliknya yang luasnya sekitar 6 hektare mampu berproduksi 2.5 ton sekali panen.
“Dalam minggu ini harganya memang naik turun, tapi dalam dua hari terakhir naik sekitar Rp 20-Rp 25 perkilogramnya,” kata Rizal (38) Petani Kelapa Sawit dari Kecamatan Pemayung Desa Serasah, Jumat (6/8/2021).
Harga tertinggi TBS perkilogramnya capai Rp 2.350 di loading RAM dan di pabrik capai Rp 2.450. Jadi antara loading RAM dan di pabrik ada selisih harga Rp 100.
Namun di pabrik kata dia juga melihat kategori TBS nya, biasanya di pabrik adalah buah umum.
"Saya jual di pabrik. Kadang-kadang Loading RAM itu juga larinya nanti ke pabrik,” ujarnya.
Rizal mengatakan dengan harga TBS yang stabil sangat membantu masyarakat
di tengah masih mewabahnya pandemi Covid-19 terutama petani sawit.
“Jadi kita agak terbantu dari pendapatan, biasanya sekali panen pemasukan saya Rp 2.5 juta namun saat ini Rp 5 juta untuk sekali panen namun itu masih hitungan kotor,” katanya.
Tahun ini kondisi harga TBS mengalami kenaikan apalagi pada Agustus 2021 ini paling mantap untuk harga sawit.
"Saat ini kalau kita panen dapat sepikul kan lumayan, kalau dulu panen dapat sepikul duitnya nggak bisa dibawa kemana-mana. Dengan kondisi ini para petani sawit jadi nambah semangatnya,” pungkasnya.