Breaking News:

Masih Gaji Pegawai Pensiun dan Meninggal Dunia, BPK Temukan Kejanggalan Keuangan Pemprov DKI Jakarta

Pasalnya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya kejanggalan pengelolaan keuangan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

Tribunnews.com
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

TRIBUNJAMBI.COM - Anies Baswedan kini tampaknya mulai tak bisa bernafas lega.

Pasalnya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya kejanggalan pengelolaan keuangan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

Pemprov DKI disebut kelebihan membayarkan gaji dan tunjangan kinerja daerah (TKD) kepada pegawainya.

Tak main-main, totalnya senilai Rp862,7 juta.

Kejadian ini terungkap berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemprov DKI Tahun 2020 yang disahkan Kepala BPK Perwakilan DKI Pemut Aryo Wibowo beberapa waktu lalu.

Dalam laporan itu, kelebihan bayar yang dimaksudkan itu yaitu Pemprov DKI Jakarta masih berikan gaji dan tunjangan ke pegawai yang meninggal dunia dan purna tugas atau pensiun.

Baca juga: Mengidentifikasi Unsur-unsur yang Terdapat Pada Cover Buku

"Terdapat pembayaran gaji dan TKD kepada pegawai pensiun, pegawai pensiun atas permintaan sendiri, pegawai wafat, pegawai yang melaksanakan tugas belajar dan pegawai yang dijatuhi hukuman disiplin senilai Rp862,7 juta," demikian bunyi laporan BPK dikutip TribunJakarta.com, Kamis (5/8/2021).

Rinciannya, Pemprov DKI mengeluarkan anggaran untuk membayar gaji seorang pegawai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang sudah pensiun sejak 1 Januari 2020 senilai Rp6,334 juta.

Kemudian, Pemprov DKI juga masih membayar gaji dan TKD pada 12 pegawai pensiun atas permintaan sendiri (APS).

Belasan pensiunan pegawai berstatus APS itu berasal dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian, Dinas Pendidikan, dan Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Timur.

"Total gaji yang diberikan kepada pegawai (12 orang) yang telah pensiun Rp154,9 juta," lapor BPK.

Bahkan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan cs ternyata juga mengeluarkan anggaran Rp352,9 juta untuk membayar gaji dan TKD pada 57 pegawai yang sudah meninggal.

SUMBER: Tribun Jakarta

Baca juga: Doa Setelah Sholat Dhuha Lengkap Dengan Artinya, Amalannya Setara dengan Bersedekah

Baca juga: Makna Dibalik Motif Baru Jersey Tandang Real Madrid, Pakai Teknologi Ramah Lingkungan

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved