Kata Para Ahli Jika Terlambat Ikuti Vaksin Dosis ke Dua: Masih Aman
Untuk vaksin Sinovac, jarak penyuntikan dosis 1 ke dosis kedua adalah 28 hari, sementara vaksin AstraZeneca 2 sampai 3 bulan.
TRIBUNJAMBI.COM - Berdasarkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan para ahli, dibutuhkan penyuntikan dua dosis vaksin COVID-19 bagi setiap individu guna menciptakan kekebalan tubuh yang optimal.
Rentang waktu penyuntikan dosis pertama dan dosis kedua, serta dosis pemberian vaksin berbeda-beda sesuai dengan rekomendasi untuk setiap jenis vaksin yang digunakan.
Untuk vaksin Sinovac, jarak penyuntikan dosis 1 ke dosis kedua adalah 28 hari, sementara vaksin AstraZeneca 2 sampai 3 bulan.
Bagi penyintas dapat divaksin setelah 3 bulan dinyatakan sembuh.
Baca juga: Segera Hubungi Pihak Sekolah, Pemerintah Beri Lagi Bantuan Kuota Internet Buat Siswa, Cek Syaratnya
Baca juga: Sakit Hati Karena Ucapan Mertua, Menantu Nekat Aniaya Sang Mertua Hingga Meninggal Dunia
Baca juga: Dinar Candy Tak Malu Pakai Bikini di Pinggir Jalan, Stres Gara-gara PPKM Diperpanjang
Untuk penyintas yang sudah mendapatkan vaksin dosis 1 sebelum dinyatakan positif, maka bisa melanjutkan vaksinasi dosis kedua setelah sembuh 3 bulan dan tidak perlu mengulang.
Dalam pelaksanaannya, tidak menutup kemungkinan terjadi keterlambatan dalam pelaksanaan vaksin, termasuk untuk penyuntikan dosis kedua.
Lantas, Bagaimana Jika Telat Melaksanakan Vaksin Dosis Ke-2?
Juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan keterlambatan penyuntikan dosis kedua terbilang aman selama masih dalam interval yang direkomendasikan para ahli.
''Keterlambatan penyuntikan vaksin dosis kedua selama masih dalam interval yang direkomendasikan para ahli, masih aman dan tidak akan mengurangi efektivitas vaksin pertama sehingga antibodi kita masih dapat terbentuk dengan optimal melawan virus COVID-19,'' katanya seperti dikutip dari laman Kemkes.
Vaksinasi merupakan salah satu upaya penting dalam penekanan laju penyebaran virus.
Untuk itu, Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan laju vaksinasi yang saat ini berada di angka 1 juta-1,25 juta setiap harinya.
Pemerintah telah mendistribusikan 86.253.981 dosis vaksin dan 67.884.947 dosis telah digunakan di 34 provinsi.
Vaksinasi merupakan upaya tambahan untuk melindungi seseorang dari potensi penularan COVID-19, sehingga protokol kesehatan mutlak tetap dilakukan untuk memberikan perlindungan yang optimal.
Sumber : TRIBUNNEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/31072021-vaksin-moderna.jpg)