Krisis Tabung Oksigen
RSUD Hamba Muara Bulian Alami Krisis Oksigen, Kadinkes Sebut Sehari 1 Pasien Bisa 8 Tabung Habis
Berita Batanghari-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hamba Muara Bulian di Kabupaten Batanghari mulai krisis
Penulis: A Musawira | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hamba Muara Bulian di Kabupaten Batanghari mulai krisis tabung oksigen untuk menangani pasien Covid-19 dengan gejala yang berat.
Mengatasi hal itu Kapolda Jambi, Irjen Pol A Rachmad Wibowo mengunjungi RSUD Hamba Muara Bulian untuk mengecek kebutuhan oksigen bagi pasien Covid-19.
Dalam kunjungannya Kapolda Jambi yang didampingi Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief, Wakil Bupati Bakhtiar, Ketua DPRD Batanghari, Sekda, Direktur utama RSUD Hamba Muara Bulian, Kepala Dinas Kesehatan dan Kapolres Batanghari mencoba memaksimalkan pemakaian oksigen dan memastikan tidak ada kebocoran karena pemakaian oksigen di Batanghari tinggi sehingga banyak memerlukan oksigen.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari, dr Elfi Yennie mengatakan saat ini di Batanghari menghadapi krisis oksigen, masalahnya karena kebutuhan melonjak dengan sangat tinggi.
“Pasien yang masuk dalam pekan ini dalam keadaan berat dan juga yang dirawat menggunakan ruang ICU bahkan ventilator,” kata dr Elfi Yennie selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari, Selasa (3/8/2021).
Kata dia satu pasien saja bisa menghabiskan delapan tabung seharinya. Dalam pekan ini sangat luar biasa pemakaian dan pasien yang masuk dengan gejala yang berat.
“Seharusnya pasokan oksigen yang masuk itu bisa untuk seminggu sementara saat ini barangkali 4-5 hari sudah habis. Kebutuhan sehari bisa capai puluhan tabung, dengan ukuran 6 kubik,” ujarnya.
Namun RSUD Hamba Muara Bulian kata Kepala Dinas Kesehatan mempunyai instalasi oksigen liquid yang bisa menampung hingga 6 ton oksigen.
“Seandainya tabung oksigen liquid sudah masuk maka kita sudah aman nanti akan ada alatnya yang bisa diisi sendiri. Karena kondisinya saat ini tabung liquid sudah habis dan pasokan belum datang, sementara permintaan kita lebih tinggi,” pungkasnya.