Senin, 11 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Rancangan Allah Selalu Baik Adanya

Bacaan ayat: Yeremia 29:11 (TB) Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN,

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
Istimewa
Ilustrasi yesus 

Rancangan Allah Selalu Baik Adanya

Bacaan ayat: Yeremia 29:11 (TB) Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Oleh Pdt Feri Nugroho

Pdt Feri Nugroho
Pdt Feri Nugroho (Instagram @ferinugroho77)

Potensi dasar yang telah Allah karuniakan kepada manusia adalah kemampuan untuk merencanakan.

Hal ini terjadi, karena manusia mendapat mandat untuk mengelola, menaklukkan dan menguasai bumi.

Tanpa potensi untuk merencanakan kehidupan, mustahil manusia dapat melakukan tugas tersebut.

Lihat hasilnya: budaya manusia mengalami kemajuan yang pesat dari masa ke masa.

Kemampuan manusia untuk merancang segala sesuatu telah menciptakan budaya modern.

Manusia menciptakan alat bantu untuk mempermudah pekerjaannya.

Pabrik-pabrik dibuat dalam skala besar untuk memenuhi permintaan barang yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

Perkembangan teknologi diaplikasikan dalam banyak hal. Drone, misalnya, menjadi alat canggih bukan sekedar mainan semata.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Tetap Percaya Meskipun di Tengah Badai

Dunia pertanian memanfaatkannya untuk menabur pupuk, dunia militer menjadikannya senjata.

Bahkan dalam hal seni, telah diaplikasikan dengan cara yang tidak pernah dibayangkan oleh pencetus drone ketika menciptakannya. Intinya semua dirancang untuk kebaikan.

Meskipun tidak bisa dihindari, dunia kejahatan memakai teknologi yang sama untuk melakukan aksi kejahatannya.

Jika manusia merancang segala sesuatu demi kebaikan, mungkinkah Allah merancang sesuatu yang buruk untuk kehidupan?

Berabad-abad lampau, keberadaan sebuah bangsa ditentukan oleh kekuatan militernya untuk bertahan melawan ekspansi bangsa lain.

Bangsa yang tidak mampu bertahan akan dihapus dalam catatan sejarah.

Penindasan dan pembuangan sudah menjadi hal yang lumrah terjadi.

Tentu ini menciptakan tanda tanya besar: bagaimana bangsa pilihan Tuhan, umat Tuhan yang dipelihara sekian abad dalam keberadaannya sebagai sebuah bangsa, pada akhirnya harus menelan pil pahit kekalahan dan dibuang.

Dimana Tuhan yang selama ini digadang-gadang dapat memberikan pertolongan?

Apakah Dia sudah tidak eksis lagi dan dinyatakan kalah oleh kejahatan manusia?

Yeremia hadir untuk memberikan peringatan kepada para raja yang berkuasa, agar mereka tetap setia kepada Tuhan. Kebanggaan akan Yerusalem sebagai Kota Allah, dikritik Yeremia.

Hasilnya? Ia ditangkap dan dipenjarakan. Sampai akhirnya pil pahit benar-benar harus diminum. Kalah dalam peperangan dan dibuang.

Ini menjadi fakta yang tidak bisa dihindari. Sebuah fakta yang menuntut umat Tuhan untuk merekonstruksi ulang bangunan iman yang selama ini melekat pada tempat dan simbol.

Sekali lagi, Yesaya tampil untuk memberikan pencerahan; bahwa Allah mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Nya mengenai umat-Nya. Allah tidak pernah merancang untuk mencelakai.

Allah selalu merancang untuk damai sejahtera. Allah merancang masa depan yang lebih baik.

Tidak mudah untuk tetap percaya, apalagi faktanya hari itu umat Tuhan terpuruk, hampir terhapus dari panggung sejarah kehidupan.

Yang diperlukan adalah langkah iman tetap percaya. Terus mencari kehendak Dia yang berkarya dalam kehidupan.

Hidup dalam ketaatan dan kesetiaan hanya kepada-Nya.

Yakinlah bahwa Allah tidak akan pernah merancang sesuatu untuk mencelakakan kita.

Hal terburuk sekalipun, ditangan Allah akan diubah-Nya menjadi kebaikan bagi setiap orang yang terus mengasihi Dia.

Jika kita yang jahat saja selalu merancang yang baik untuk kehidupan, terlebih lagi Allah: Sang Sumber Hidup.

Dia pasti merancang yang terbaik bagi kita.

Amin.

Renungan oleh Pdt Feri Nugroho S.Th, GKSBS Palembang Siloam

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved