Breaking News:

Pendapatan Pajak di Batanghari

Realisasi Pajak Daerah di Batanghari Sudah Rp 9 Miliar, Pendapatan dari Parkir Sumbang PAD Tertinggi

Berita Batanghari - Realisasi pajak daerah pada semester pertama mencapai 20 persen atau setara Rp 9.881.805.384

Penulis: A Musawira | Editor: Rahimin
tribunjambi/musawira
Apriyeldi. 

Realisasi Pajak Daerah di Batanghari Sudah Rp 9 Miliar, Pendapatan dari Parkir Sumbang PAD Tertinggi

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Masa pandemi Covid-19 ini banyak pos pendapatan daerah di Batanghari terdampak.

Hal ini terlihat hingga semester pertama 2021 realisasi pajak daerah belum maksimal.

Realisasi pajak daerah pada semester pertama mencapai 20 persen atau setara Rp 9.881.805.384 dari target yang harus dicapai Rp 47.942.980.851.

Sementara itu, pada sektor retribusi daerah pada semester pertama ini baru mencapai Rp 2.304.702.741 atau setara 33 persen dari capaian Rp 7.025.071.960.

Hal ini disampaikan Apriyeldi selaku Kepala Bidang Penagihan dan Administrasi Pendapatan Pajak dan Retribusi Daerah, Bakeuda Batanghari pada Senin (2/8/2021).

Dikatakannya, capaian ini memang belum maksimal, seharusnya akhir semester pertama ini harus diatas 50 persen, tetapi mungkin ada kendala terkait beberapa hal akibat pandemi Covid-19 ini.

Paling utamanya pada sektor pajak hotel dan restoran yang selama pandemi ini banyak yang tutup maupun tidak beroperasi maksimal.

Untuk meningkatkan PAD pihaknya sudah koordinasi bersama Satpol PP untuk pengawasan terhadap objek pajak atau kepatuhan dari pembayaran objek pajak setiap minggu selama tiga hari melakukan pemeriksaan ke lapangan.

“Kita akan intensifkan dari sistem penagihan dan sistem pengawasan yang sebelumnya menjadi kendala kita, akan saya benahi untuk percepatan terhadap penagihan realisasi pajak ini,” ujarnya.

Lanjutnya, untuk serapan paling rendah ditemui di pajak mineral bukan logam dan batuan atau disebut galin c. Kegiatan ini memang sangat berdampak dengan adanya Covid-19.

Selain itu, untuk yang paling tinggi ditemui di pajak parkir dimana ditargetkan sekitar Rp 7 juta, sudah terealisasi Rp 23 juta atau 355 persen.

“Galian c ini mereka mengandalankan dari sektor pembangunan infrastruktur pemerintahan. Karena adanya Covid-19 pemangkasan anggaran bangunan fisik tak terelakan dan berdampak terhadap pajak galian c,” katanya.

Capaian pajak daerah ini lebih banyak mengandalkan dari belanja pemerintah daerah ketika ada penurunan atau pengurangan belanja pemerintah memang imbasnya terhadap pajak.

“Kita yakin pada angka 75 persen sampai akhir tahun ini bisa kita kejar,” pungkasnya.(tribunjambi/musawira)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved