Breaking News:

Perangkat Desa Tebo Studi Banding

Masih Pandemi Covid-19, Perangkat Desa di Tebo Malah Ingin Studi Banding ke Lombok, Ditentang Karno

Berita Tebo - Bahkan biaya untuk studi banding ke Pulau Lombok tersebut, APDESI Tebo mematok Rp 10 juta/orang, dimana per desa disertai 5 orang.

Penulis: HR Hendro Sandi | Editor: Rahimin
tribunjambi/hendro herlambang
Ketua Komisi I DPRD Tebo Karno. Masih Pandemi Covid-19, Perangkat Desa di Tebo Malah Ingin Studi Banding ke Lombok, Ditentang Karno 

Masih Pandemi Covid-19, Perangkat Desa di Tebo Malah Ingin Studi Banding ke Lombok, Ditentang Karno

TRIBUNJAMBI.COM, MUARATEBO - Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Cabang Tebo dan Dinas PMD Tebo berencana studi banding ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Bahkan biaya untuk studi banding ke Pulau Lombok tersebut, APDESI Tebo mematok Rp 10 juta/orang, dimana per desa disertai 5 orang.

Namun, rencana studi banding yang dilakukan saat pandemi Covid-19 ini, terus mendapati kotroversi.

Mengetahui rencana tersebut, Ketua Komisi I DPRD Tebo Karno meminta rencananya tersebut segera dipertimbangkan.

Sebab, selain berangkat di tengah pandemi, menurut Karno, Lombok tidak sama dengan kultur Kabupaten Tebo jika ditunjuk sebagai daerah studi banding.

"Tolong tinjau ulang lokasinya yang sesuai kultur Tebo. Karena, saat ini kan pandemi dan PPKM. Sedangkan di Lombok aja KBM daring. Kok mau kesana," katanya belum lama ini.

Sementara, sebelumnya Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Tebo, Nafri Junaidi membenarkan, terkait adanya rencana studi banding perangkat desa se-Kabupaten Tebo ke pulau Lombok tersebut. 

Menurutnya, inisiasi studi banding muncul dari Asosiasi Perangkat Desa Undonesia (APDESI) Cabang Tebo.

Sementara, Dinas PMD Tebo hanya sebagai tempat koordinasi. 

Nafri mengaku, tidak mengetahui pasti berapa jumlah perangkat yang akan berangkat ke Lombok. Bahkan, ia juga mengklaim tidak mengetahui jumlah biaya pemberangkatannya.

Ia berkilah, kegiatan itu bukan tanpa tujuan. Di mana, tujuannya adalah studi banding tentang pengelolan badan usaha milik desa (BUMDes) dan tentang pertanian.(Tribunjambi/hendrosandi)

Dapat Kucuran APBN, DPRD Sawahlunto Studi Banding dan Puji PUPR Merangin

Mashuri Minta Polisi Usut Tuntas Meninggalnya Plt Kepala BPBD Merangin Yang Dinilainya Tidak Wajar

Harga Ayam dan Cabai Hari Ini Masih Murah, Harga Cabai Rawit Hijau Cuma Rp 15 ribu Perkilogram

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved