Breaking News:

Karhutla di Sarolangun

Manggala Agni XIII Sarolangun Sebut Wilayah Gambut Masih Aman dari Kebakaran

Berita Sarolangun-Manggala Agni XIII Sarolangun menyebutkan bersama satgas karhutla Sarolangun masih berupaya meminimalisir terjadinya aksi pembakaran

Penulis: Rifani Halim | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI/RIFANI HALIM
Kepala Daops Manggala Agni Sumatera Xlll, M Hakim 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Manggala Agni XIII Sarolangun menyebutkan bersama satgas karhutla Sarolangun masih berupaya meminimalisir terjadinya aksi pembakaran hutan dan lahan oleh masyarakat.

Kepala Daops Manggala Agni Sumatera Xlll, M Hakim menyebutkan, sejauh ini terdapat tiga titik hotspot yang diketahui terpancar diwilayah Kabupaten Sarolangun.

"Untuk pemadaman kita sudah tiga kali, itu total tidak sampai satu hektar. Terjadi di lahan masyarakat, baik itu pembukaan baru ataupun aktivitas masyarakat membersihkan semak," kaya M Hakim, Kamis (29/7/2021).

Ia mengatakan, dalam kawasan hutan, hingga kini masih belum terpantau adanya titik panas ataupun kebakaran yang terjadi. Begitupun lahan gambut yang bahkan dikatakan tidak memiliki titik panas.

"Kalau dalam kawasan hutan, sejauh tahun ini belum ada dan kejadiannya pun dilahan mineral yang relatif lebih mudah dipadamkan," ungkapnya.

Lanjutnya, untuk kawasan Gambut dikatakan ia akan menjadi prioritas. Baik dalam rangka patroli rutin yang dilakukan oleh pihaknya.

"Penjagaan kita juga titipkan kemasyarakat untuk sama-sama menjaga," kata dia.

Hakim menceritakan bahwa kawasan gambut di Sarolangun terdapat di beberapa titik Kecamatan yang diantaranya Sarolangun, Pauh dan Air Hitam.

"Kecamatan Sarolangun itu sungai abang, sungai baung, lidung dan aur gading. Di luar itu, kita ada di pauh sebrang, ladang panjang sampai ke batu kucing, batu ampar," ungkapnya.

Katanya, dikawasan Pangkal Bulian dan Kasang Melintang hingga ke Air Hitam juga terdapat lahan gambut yang paling banyak dimiliki diwilayah perusahaan.

"Kalau yang untuk di Air Hitam, lahan masyarakat memang agak jauh dari pemukiman. Sebagian besar di perusahaan, dibagian Pauh dan Air Hitam. Kalau dibagian Sarolangun saya lihat milik masyarakat," ungkapnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved