Breaking News:

Vaksinasi di Tanjabbar

Kini Hampir Seluruh ASN di Tanjabbar Sudah Vaksinasi

Berita Tanjabbar-Hampir semua Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat telah melakukan vaksinasi.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI/SAMSUL BAHRI
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjabbar, Andi Pada. 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL-Hampir semua Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat telah melakukan vaksinasi. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjabbar, Andi Pada.

Ia menyebutkan bahwa hampir semua ASN yang ada di Tanjabbar telah divaksin. Sementara itu, sebagian ASN di akui oleh Andi Pada belum dilakukan vaksin karena berbagai alasan.

"Hampir sudah semua ASN divaksin, kecuali ada yang ditunda karena alasan penyakit yang bersangkutan," sebutnya.

Untuk diketahui bahwa, berdasarkan informasi yang diterima dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Tanjabbar, di Tanjabbar terdapat 3.953 ASN. Disisi lain, terkait dengan apakah ada penerapan sanksi bagi ASN yang belum melakukan vaksin.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tanjabbar, Agus Sanusi saat di konfirmasi menyebutkan bahwa secara aturan, belum ada ketentuan yang mengatur adanya sanksi bagi ASN yang tidak melaksanakan vaksin. Namun, dengan sejumlah administrasi dengan melengkapi surat vaksinasi menurut Sekda itu sudah menjadi kewajiban individu melaksanakan vaksin.

"Kemarin itu kita memberikan imbauan, karena kita juga pelayan publik jadi kita minta untuk ASN kita melaksanakan vaksinasi. Apalagi kan vaksin ini menjadi syarat ketentuan administrasi, ya jadi memang perlu vaksin," katanya.

Lebih lanjut, disampaikan oleh Sekda bahwa Ia juga menyebut masih ada sejumlah ASN yang belum melakukan vaksinasi. Namun, laporan yang Ia terima bahwa belum di lakukan nya vaksinasi terhadap sejumlah ASN tersebut karena tidak masuk dalam syarat ketentuan penerima vaksin.

"Sebelum dilakukannya vaksinasi kan ada observasi, di mana ada syarat-syarat yang memang beberapa tidak dibolehkan vaksin, seperti ada penyakit bawaan," ucapnya.

"Kemudian ada juga yang pada saat observasi darahnya tinggi, atau gula darahnya naik itu kan di tunda dan itu ada juga yang belum vaksin karena kan vaksin kita untuk tahap pertama belum tersedia," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved