Breaking News:

Sebagian Warga Binaan di Jambi Tidak Dapat Divakasinasi, Terkendala KTP dan NIK

Jahari menilai, ketika tahanan sampai ke lapas dan rutan, maka menurutnya tidak perlu melampirkan KTP aslinya.

Penulis: Monang Widyoko | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Monang
Sebagian Warga Binaan di Jambi Tidak Dapat Divakasinasi, Terkendala KTP dan NIK 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jambi catat sebanyak 2.572 warga binaan di Lapas yang ada di Provinsi Jambi, tidak dapat dilakukan vaksinasi Covid-19.

Ini dikarenakan warga binaan tersebut terkendala dalam menunjukan KTP dan NIK yang menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan vaksinasi.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jambi, Jahari Sitepu menyayangkan hal tersebut. Padahal pihaknya saat ini berusaha mengikuti instruksi dari pemerintah pusat, yakni memastikan warga binaan mendapatkan vaksinasi Covid-19.

"Ini perlu saya sampaikan kepada pemerintah pusat dan DPR RI, supaya jangan sampai kami disalahkan," bebernya, Senin (26/7/2021).

Dikatakannya, koordinasi bersama pemerintah Provinsi Jambi telah dilakukan, supaya warga binaan dapat divaksinasi.

"Kami sudah bermohon kepada Gubernur Jambi dan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi. Tapi 2.572 orang warga binaan kami belum divaksinasi. Alasan dari dinas kesehatan harus mempunyai NIK dan KTP," ujarnya.

Jahari menilai, ketika tahanan sampai ke lapas dan rutan, maka menurutnya tidak perlu melampirkan KTP aslinya.

"Ini perlu saya sampaikan seketika lapas atau rutan menerima tahanan yang sudah inkrah tidak pernah dilampiri atau kartu keluarga," katanya.

Sebagai informasi, warga binaan di Jambi berjumlah 4.647 orang. Sebanyak 2.075 di antaranya sudah divaksinasi Covid-19.

Sisanya belum divaksinasi akibat tidak bisa menunjukkan nomor induk kependudukan NIK dan KTP.

Baca juga: Manfaat Membaca Sholawat Nariyah, akan Mendapat Kemudahan dalam Mencari Rezeki

Baca juga: Kecewanya Atta Halilintar Lihat Sifat Boros Aurel Kelewat Batas, Uang 3 Digit Habis: Ngeri Banget

Baca juga: Tiga Jenis Obat Terapi Covid-19 akan Masuk ke Indonesia Awal Agustus, Termasuk Remdesivir

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved