PPKM Jambi
PPKM Diperpanjang, Pekerja Kafe di Kota Jambi Menjerit
Berita Jambi-Sejak PPKM Mikro diberlakukan di Kota Jambi, beberapa kafe memutuskan untuk tutup sementara..
Penulis: Vira Ramadhani | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sejak PPKM Mikro diberlakukan di Kota Jambi, beberapa kafe memutuskan untuk tutup sementara karena pembatasan jam operasional, akibatnya banyak pekerja kafe tak berpenghasilan.
Satu diantara kafe yang tutup yaitu Fellas Cafe, yang berlokasi di The Hok, Kota Jambi.
Uci, Manajer Fellas Cafe mengatakan, sejak PPKM Mikro pada 6 Juli lalu Fellas Cafe memutuskan untuk tutup sementara karena pembatasan jam operasional sampai pukul 17.00 WIB atau jam 5 sore.
“Kita perna buka dari jam 12.00 WIB sampai sore tapi ga ada customer juga. Kafe kita itu lebih aktif atau ramainya itu malam. Pemasukan kami kan dari tamu kalau buka sampai jam 5 sore mana bisa bayar gaji karyawan sama biaya operasionalnya,” ujarnya melalui sambungan Telepon, Selasa (27/7/2021).
“Karyawan saya pada menjerit, nanya kapan buka. Tapi mau buka juga ga akan ada pemasukan,” tambahnya.
Dikatakannya, karyawannya berjumlah 15 orang dan beberapa telah berkeluarga, ada yang janda serta juga mengekos.
“Kasian para pekerja, untuk makan saja susah sekarang, belum lagi kebutuhan lainnya. Apalagi sekarang PPKM diperpanjang lagi, bantuan subsidi dari pemerintah juga ga ada,” ungkapnya.
Ia berharap pemerintah bisa memikirkan lagi kondisi para pekerja kafe karena diterapkannya PPKM ini. Ia mengharapkan adanya kebijakan yang memihak para pekerja. Misalnya menerapkan kebijakan yang membolehkan menerima dine-in, tentunya dengan prokes yang ketat.
“Jangan larangan larangan aja yang ditekankan, sebaiknya juga ada solusi yang membantu atau meringankan kita sebagai pekerja kafe,” ungkapnya.
“Semoga kondisi ini cepat membaik, jangan lagi lah PPKM diperpanjang,” tambahnya.
Dikatakannya, selama pandemi kafenya selalu menerapkan protokol kesehatan, mulai dari tempat cuci tangan, handsanitizer, wajib menggunakan masker, menjaga jarak, pembatasan jumlah pengunjung.
“Prokes ketat selalu kami terapkan, aturan pembatasan jumlah pengunjung juga kami ikuti, kami sangat menjaga. Kami juga takut mati, tapi saat ini buat kita kesulitan, jadinya lama-lama mati kelaparan,” jealsnya.
Uci pun perna memikirkan untuk buka sarapan pagi, namun untuk marketnya sulit karena Fellas Cafe sendiri diketahui orang-orang kegiatannya aktif pada malam hari.
“Mengubah market itu sulit, apa lagi kalau untuk sarapan pagi pasti orang-orang sudah ada tempat langganannya sendiri,” pungkasnya. (Tribunjambi/Vira Ramadhani).