Penanganan Covid
Terapi Cuci Hidung saat Terpapar Covid-19 Efektif Mengurangi Gejala Flu, Begini Caranya
Tak hanya obat dan vitamin, orang yang terpapar positif Covid-19 yang isolasi mandiri juga bisa menjalankan terapi cuci hidung.
3. Kepala dimiringkan ke kiri, masukan spuit ke lubang hidung kanan dengan memakai tangan kanan
4. Mulut dibuka, tahan napas
5. Semprotkan dengan kuat
6. Keluarkan sisa cairan di hidung
7. Lakukan arah sebaliknya, dengan kepala dimiringkan ke kanan, masukan spuit kedalam lubang hidung kiri dengan memakai tangan kiri .
“Cuci hidung aman dilakukan sendiri di rumah, asalkan dengan cairan yang tepat,” pungkas dr. Fikry.
Obat yang Disiapakan Saat Isolasi Mandiri
Beberapa waktu sempat beredar dapa obat yang diperlukan selama isolasi mandiri.
Ada lima jenis obat yang tertulis dalam pesan berantai tersebut.
- Azytromycin 500 mg
- Favipiravir (Avugan-Indofarma) 600 mg
- Fluimucil Eff 600 mg
- Dexamethasone 0,5
- Paracetamol 500 mg
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoeban menerangkan obat antibiotik Azytromycin digunakan jika ada infeksi tambahan, seperti infeksi bakteri dan SARS-CoV-2.
"Jadi jawabannya boleh diberikan, tapi tidak harus diberikan. Harus diberikan kalau ada infeksi bakteri tambahan," kata Zubairi saat dihubungi Kompas.com, Senin (28/6/2021).
Melansir Kompas.com, untuk antivirus Avigan, Zubairi menyebut bisa digunakan selama menjalani isolasi mandiri, tetapi tidak wajib.
Sama halnya dengan obat antioksidan Fluimucil Eff yang boleh digunakan tetapi bukan sebuah keharusan.
Menurutnya, Fluimucil Eff sama sekali tidak bekerja untuk membunuh virus.
"Kalau Dexamethasone, ini memang bisa menolong kalau pasien memerlukan oksigen. Jadi kalau perlu tambahan oksigen, maka obat ini terbukti menolong," jelas dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/10072021-cuci-hidung.jpg)