Minggu, 26 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Radjea Kopi, Kopi Khas Sungai Penuh Ikuti Kompetisi Internasional

Setelah mengikuti festival kopi di London Herlina dengan Brand Radjea Kopinya akan mengikuti Dubai ekspo masih di tahun yang sama.

Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Nani Rachmaini
(Tribunjambi.com / M Yon Rinaldi ).
Radjea Kopi, Kopi Khas Sungai Penuh Ikuti Kompetisi Internasional 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Tidak mudah untuk mengikuti kompetisi tingkat Internasional apa lagi mewakili suatu negara. Pelaku UMKM harus terlebih dahulu mampu memenangkan berbagai kompetisi berbagai tingkatan.

Namun kesempatan tersebut mampu didapatkan Radjea Kopi asal Kota Sungai penuh ini.

Kopi Radjea 23-26 September 2021 besok akan mewakili Indonesia di London Coffee Festival 2021.

Setelah mengikuti festival kopi di London Herlina dengan Brand Radjea Kopinya akan mengikuti Dubai ekspo masih di tahun yang sama.

Herlina pemilik Kopi Radjea mengatakan sebelum terpilih mewakili Indonesia di London Coffee Festival 2021 dia terlebih dahulu memenangkan kompetisi tingkat nasional.

“Perjuangannya tidak mudah, butuh kerja keras dan perjuangan yang berliku,” ujarnya beberapa waktu yang lalu.

Dalam kompetisi domestik yang diikutinya Radjea kopi mampu mengalahkan kopi Lampung sampai kopi Gayo Aceh.

Memulai usaha kopi sejak 2016, Herlina bisa dikatakan cukup konsisten untuk menghasilkan kopi terbaik. Dia hanya memanen biji kopi yang telah matang sempurna di pohon.

Hal inilah yang mengantarkan dia memenangkan berbagai kompetisi kopi tingkat domestik dan berhasil mengekspor produk kopinya ke beberapa negara di dunia.

Semakin tingginya permintaan pasar, Herlina mulai menerima biji kopi dari petani yang ada di Kerinci dan Sungai Penuh.

Namun agar kualitas tetap terjaga dia tidak henti-hentinya mengedukasi petani kopi untuk hanya memetik kopi yang telah matang sempurnah di pohon atau yang berwarna merah sempurna.

Tidak hanya sekedar mengedukasi wanita berhijab ini tak segan membeli biji kopi dari petani dengan harga yang relatif tinggi.

Namun untuk petani nakal dia tak segan untuk memberikan hukuman pemotongan harga jual petani.

“Ini semua untuk kebaikan petani,” katanya.

Menurut Herlina, memetik biji kopi yang belum merah selain menghasilkan cita rasa yang kurang untuk produk kopinya juga merusak tanaman kopi, sehingga tanaman kopi dapat berumur pendek.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved