Breaking News:

Benarkah Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Asap Rokok? Begini Penelitiannya

Virus corona diketahui dapat menular melalui paparan droplet atau tetesan pernapasan yang dikeluarkan oleh penderita Covid-19

kompas.com
Ilustrasi bahaya asap rokok.(SHUTTERSTOCK) 

TRIBUNJAMBI.COM - Salah satu cara penularan virus corona adalah melalui kontak dekat dengan seseorang yang terinfeksi.

Virus corona diketahui dapat menular melalui paparan droplet atau tetesan pernapasan yang dikeluarkan oleh penderita Covid-19 saat seseorang batuk, bersin, juga bicara.

Lantas, jika seseorang melintas dan menghirup asap rokok orang lain mungkinkah hal tersebut juga dapat menularkan virus?

Mengutip Washington Post (21/8/2020), hanya ada sedikit bukti yang menunjukkan bahwa asap dapat membawa virus corona, tapi para peneliti dan para dokter mengatakan mencium bau rokok seseorang adalah tanda peringatan bahwa seseorang menghirup udara yang ada di paru-paru orang lain.

Profesor Teknik Kimia di Universitas California yang meneliti perpindahan patogen, William Ristenpart mengatakan, partikel asap tidak mungkin membawa virus yang kemudian dapat menginfeksi orang lain.

Menurutnya, hal itu karena bisa saja panas dari rokok mungkin akan membunuh virus.

Baca juga: Kronologi Dua Dokter Gelapkan Vaksin Sisa untuk Dijual Rp 250 Ribu Per Suntikan, Dapat Rp 142 Juta

Selain itu menurutnya sebagian besar partikulat asap masuk ke paru-paru tidak pernah mengenai apa pun saat kemudian diembuskan.

Akan tetapi, pihaknya mengatakan, tetap ada alasan untuk khawatir mengenai penularan jika seseorang mencium bau asap rokok.

Kekhawatiran tersebut yakni, adanya partikel pernapasan yang menyertai seseorang ketika ia merokok.

"Jika Anda mencium asap rokok orang lain yang diembuskan, berarti Anda menghirup udara yang ada di paru-paru orang itu. Ini berarti Anda juga bisa menghirup partikel pernapasan mereka yang sarat virus, yang terdiri dari mukosa pernapasan, bukan abu,” kata dia.

Penelitian mengenai apakah virus corona ditularkan melalui partikel udara sendiri memang masih belum jelas.

Sekelompok ilmuwan, pada Juli silam melakukan penelitian mengenai peristiwa "penyebaran super" yang muncul tanpa disadari oleh orang yang terinfeksi.

Bukti menunjukkan mereka bisa menyebarkan virus dalam jarak jauh melalui udara dalam partikel kecil dengan jumlah yang banyak.

Penelitian ini dinilai memiliki implikasi pada potensi penularan  asap rokok termasuk mengenai bahaya terkait pengaturan dalam ruangan.

SUMBER: Kompas.com

Baca juga: Bagaimana Pengamalan Sila Pancasila yang Berkaitan Dengan Pelestarian Satwa dan Lingkungan?

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved