Varian Delta Jadi Pemicu WHO Sebut Virus Corona di Dunia Memasuki Gelombang Ketiga, Ini Penyebabnya

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebutkan, dunia kini telah mulai memasuki serangan gelombang ketiga

Hendro sandi
Ilustrasi. Virus corona 

TRIBUNJAMBI.COM - Virus Corona di dunia sepertinya kembali melanda, terutama di tanah air kita sendiri.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebutkan, dunia kini telah mulai memasuki serangan gelombang ketiga virus corona.

Menurutnya hal ini bukan tanpa alasan, mengingat lonjakan kasus infeksi covid-19 terjadi di berbagai negara dalam beberapa minggu terakhir, terutama sejak munculnya varian Delta yang bermula di India.

"Saat ini kita berada pada tahap awal gelombang ketiga," katanya dalam sambutan pembukaan rapat ke-8 Komite Darurat Peraturan Kesehatan Internasional (IHR) tentang Covid-19, Rabu (14/7).

Dilansir dari TASS, Kepala WHO mengatakan bahwa dalam empat minggu terakhir kasus covid-19 meningkat secara global, begitu pula dengan tingkat kematian, yang sempat menurun dalam 10 minggu.

Selain munculnya varian Delta, Tedros menuturkan, pembebasan aktivitas serta penerapan protokol kesehatan yang tidak konsisten membuat jumlah infeksi kembali meningkat, di mana beberapa negara telah mencabut kebijakan pembatasan jarak sosial dan membuka kembali kegiatan masyarakat, .

"Varian Delta adalah satu pendorong utama peningkatan penularan saat ini, didorong oleh peningkatan mobilitas sosial, dan langkah-langkah protokol kesehatan dan sosial masyarakat yang tidak konsisten," ujarnya.

Menurut dirinya, varian Delta sekarang sudah ada di lebih dari 111 negara.

WHO memperkirakan bahwa varian tersebut akan menjadi varian virus corona yang dominan di seluruh dunia.

Tedros menyebut, Rusia telah melaporkan catatan rekor tertinggi 786 kematian covid-19 pada Rabu (14/7). Sedangkan infeksi baru di Inggris berada pada level tertinggi selama 6 bulan terakhir mencapai 42.302 kasus. Di Indonesia, kasus ini pun memunculkan pandemi gelombang kedua.

Berdasarkan data statistik Worldometer pada Rabu (14/7), Brasil berada di urutan tertinggi mencapai 57.664 infeksi, sementara Indonesia berada di posisi tertinggi kedua di dunia dengan tambahan positif harian 54.517 orang.

Kasus harian di India tercatat berada di posisi keempat setelah Inggris dengan sebanyak 41.854 infeksi.

"Ketika tingkat vaksinasi meningkat di Eropa dan Amerika Utara, kami melihat penurunan berkelanjutan dalam angka kasus dan kematian. Sayangnya, tren itu sekarang justru berbalik," terangnya.

Kepala WHO juga menyoroti adanya ketimpangan dalam distribusi vaksin covid-19 global yang semakin terlihat di antara negara-negara kaya dan negara-negara miskin serta berkembang. Karena minimnya akses telah membuat sebagian besar populasi dunia rentan terhadap infeksi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved