Breaking News:

PPKM di Kota Jambi

Forum Resto Cafe Jambi Dukung PPKM Mikro, Meski Harus Membayar Mahal dari Dampak yang Diberikan

Berita Bisnis - Forum Resto Cafe Jambi mendukung langkah pemerintah dalam menanggulangi masalah Covid-19

Penulis: Monang Widyoko | Editor: Rahimin
Istimewa
Forum Resto Cafe Jambi mendukung langkah pemerintah dalam menanggulangi masalah Covid-19 

Forum Resto Cafe Jambi Dukung PPKM Mikro, Meski Harus Membayar Mahal dari Dampak yang Diberikan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI -  Forum Resto Cafe Jambi mendukung langkah pemerintah dalam menanggulangi masalah Covid-19 dengan penerapan PPKM Mikro di Kota Jambi.

Namun ada harga mahal yang harus dibayarkan atas penerapan PPKM Mikro ini. Yakni menekan omzet hingga 85 persen.

Wakil Ketua Forum Resto Cafe Jambi, Yudhistira Reza Ananda, berpendapat memang ada dua sisi yang menjadi fokus pada pelaksanaan PPKM Mikro di Kota Jambi ini.

"Yang pertama adalah sisi kesehatan. Tentu kami sangat mendukung pelaksanaan PPKM Mikro ini. Terlebih juga kasus Covid-19 di Indonesia dan di Jambi juga sedang naik-naiknya. Tentu ini langkah yang baik untuk tidak memperparah penyebaran virus," ungkapnya, Kamis (15/7/2021).

Dirinya mangatakan, adanya dampak yang besar dari sisi ekonomi. Yakni penurunan omzet yang sangat besar terutama dari pengusaha kafe.

"Teman-teman kita yang tergabung dalam forum ini sama-sama sharing tentang turunnya omzet mereka 50-85 persen di bidang usaha kafe. Sebab pangsa pasar dari kafe ada di malam hari," ujarnya.

Adapun peraturan dari PPKM Mikro yang berlaku di Kota Jambi yakni, perkantoran wajib bekerja di rumah (WFH) sebanyak 75% sehingga WFO hanya 25%, kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online, sektor esensial bisa tetap beroperasi 100% dengan pengaturan jam oerasional dan protokol kesehatan, untuk makan (dine in) di restoran dibatasi hanya 25% dan maksimal sampai pukul 17.00. Sementara untuk take away dibatasi sampai pukul 20.00, sementara itu, Mal tetap boleh buka sampai maksimal pukul 17.00 WIB dengan kapasitas 25%.

"Jarang orang ke kafe untuk take away. Paling pengunjung akan take away ketika makanan itu tidak habis," katanya.

Oleh sebab itu, para pengusaha kafe pun harus memutar otak untuk mengatasi keadaan krisis seperti saat ini. Pria yang akrab disapa Yudit ini mengatakan strategi yang ditempuh jangan sampai mengurangi jumlah karyawan yang ada.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved