Fenomena Alam di Kerinci

Suhu di Kerinci Tembus 15 Derajat Celsius Sebabkan Cuaca Dingin, Ternyata Disebabkan Fenomena Ini

Berita Kerinci - Ya, suhu udara di Kabupaten Kerinci saat ini memang lebih dangin dari biasanya.

Penulis: Herupitra | Editor: Rahimin
tribunjambi/heru
Desa di kaki Gunung Kerinci. Suhu di Kerinci Tembus 15 Derajat Celsius Sebabkan Cuaca Dingin, Ternyata Disebabkan Fenomena Ini 

Suhu di Kerinci Tembus 15 Derajat Celsius Sebabkan Cuaca Dingin, Ternyata Disebabkan Fenomena Ini

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Ada yang merasa saat ini di Kabupaten Kerinci terasa suhu dingin.

Ya, suhu udara di Kabupaten Kerinci saat ini memang lebih dingin dari biasanya. Ini sudah dirasakan sejak beberapa hari belakangan.

Zainuddin salah seorang warga Kerinci mengatakan, suhu di kerinci saat ini sudah seperti tahun 1990 yang lalu. 

"Suhunya cukup dingin pada malam hari dan pagi hari, dinginnya menusuk ketulang," ungkapnya. 

Ia menyebutkan, biasanya suhu tidak sedingin sekarang. Suhu dingin ini terasa dalam satu pekan terakhir.

"Sekarang kalau mau keluar rumah harus pakai jaket tebal," katanya. 

Informasi yang diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), suhu udara di Kerinci dan Sungai Penuh beberapa hari terakhir mencapai 15 derajat celcius.

Menurut BMKG, kondisi ini dikarenakan efek dari masa senggang pertukaran cuaca di Kerinci dan Sungai Penuh.

Saat ini wilayah kabupaten Kerinci dan sungai penuh sudah memasuki musim kemarau. 

"Musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan, hujan masih akan terjadi namun intensitasnya ringan dan frekuensinya lebih jarang," ungkap Kepala BMKG Kerinci, Kurnianingsih, Rabu (14/7/2021).

Dijelaskannya, pada musim kemarau saat ini yang dominan adalah Monsun Australia.

Di mana, angin bergerak dari benua Australia menuju kepulauan Indonesia bersifat dingin dan kering.

Di mana, sebutnya, pada musim kemarau tutupan awan juga berkurang.

Sehingga panas permukaan bumi akibat radiasi matahari lebih banyak dan lebih cepat dilepaskan kembali ke atmosfer dalam bentuk radiasi gelombang panjang. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved