Puasa Nabi Daud

Sejarah Puasa Nabi Daud Yang Harus Kita Ketahui, Berikut Ini Penjelasan Lengkap

Puasa Nabi Daud - Mungkin tidak semua orang tahu sejarah mulanya Puasa Nabi Daud atau Puasa Daud.

Editor: Rahimin
istimewa
Ilustrasi Puasa - Sejarah Puasa Nabi Daud Yang Harus Kita Ketahui, Berikut Ini Penjelasan Lengkap 

Sejarah Puasa Nabi Daud Yang Harus Kita Ketahui, Berikut Ini Penjelasan Lengkap

TRIBUNJAMBI.COM - Mungkin tidak semua orang tahu sejarah mulanya Puasa Nabi Daud atau Puasa Daud.

Untuk diketahui, Nabi Daud AS dikenal sebagai seorang Rasul Allah yang sering berpuasa.

Suatu ketika Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang puasanya Nabi Daud, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Seperdua masa.”(sehari berpuasa dan sehari berbuka).

Puasanya Nabi Daud ini disunnahkan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bagi umat Muslim, karena ia sebaik-baik puasa, yakni puasa yang paling dicintai Allah subhaanahu wa ta’ala

Puasa Nabi Daud diibaratkan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam sebagai puasa sepanjang tahun.

Praktiknya, Nabi Daud menjalani puasa, yakni sehari berpuasa dan sehari berbuka, dengan kualitas tinggi.

Semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Walaupun Nabi Daud dikenal dengan sifat maksum yang artinya terjaga dari kesalahan dan dosa.

Namun, Nabi Daud memberikan teladan yang baik dalam bertobat. 

Nabi Daud tak lepas dari adanya godaan.

Seperti dikisahkan Bey Arifin (1996), suatu hari Raja Daud memberangkatkan Panglima perangnya—namanya Aria—agar bertugas menjalankan perang.

Diam-diam, terbersit dalam benak Nabi Daud AS untuk memiliki istri Aria yang sangat cantik jelita.

Padahal, Nabi Daud telah memiliki 99 orang istri. Syariat di zaman Nabi Daud memang tak ada larangan beristri banyak, karena jumlah antara laki-laki dengan perempuan tak sebanding pasca pembantaian bayi laki-laki oleh Raja Fir’aun di Mesir di zaman Nabi Musa.

Lantaran terbersit dalam pikirannya itu, Allah SWT memperingatkan dengan mengirim dua malaikat yang menyamar seperti manusia kemudian masuk ke dalam biliknya untuk mengadukan permasalahan mereka.

Secara simbolis, dua orang tadi berperkara tentang kepemilikian domba, yang seorang memiliki 99 domba. Seorang lagi hanya 1 ekor saja.

Karena kalah dalam berargumentasi, yang memiliki 1 ekor domba harus menyerahkan domba miliknya kepada temannya. Maka, terjadilah pengaduan itu kepada Nabi Daud.

Nabi Daud yang mendapatkan teguran keras dari Allah pun segera menyungkur mengakui kekhilafan dan kesalahannya.

Nabi Daud bertobat dengan menjalani puasa yang dikenal sampai sekarang yaitu Puasa Daud. (*/islampos.com)

Ini Tanggapan Ketua IDI Jambi Soal Vaksin Ketiga Merek Moderna Untuk Tenaga Kesehatan di Jambi

Kejati Jambi Gelar Kegiatan Sosial Sambut Hari Bhakti Adhyaksa dan HUT Ikatan Adhyaksa Dharmakarini

Keutamaan Membaca Sholawat Nabi dan Sholawat Ibrohim, Mempercepat Tercapainya Cita-cita

  • Tribun Shopping

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR
    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved