Breaking News:

Berita Nasional

Hermawi Taslim: Risma Sebaiknya Dilemhanaskan Saja

Menteri Sosial Tri Rismaharini atau panggilannya Risma sebaiknya diLemhannaskan saja untuk menjadikan dirinya sebagai negarawan bijak yang mengerti

Editor: Andreas Eko Prasetyo
HUMAS PEMKOT SURABAYA
Menteri Sosial Tri Rismaharini 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Menteri Sosial Tri Rismaharini atau panggilannya Risma sebaiknya diLemhannaskan saja untuk menjadikan dirinya sebagai negarawan bijak yang mengerti geopolitik dan geostrategi Indonesia.

Jika Risma sudah pernah ikut pendidikan Lemhannas, pernyataannya terkait dengan Papua sungguh amat disayangkan.

Demikian ditegaskan oleh advokat seniro Hermawi Taslim yang juga Waktetum DPP Persaudaraan Penasehat Hukum Indonesia (Peradi Pergerakan) di Jakarta, Selasa (13/07/2021).

Pernyataan Taslim itu merupakan respon kepada Risma atas pernyataannya akan memindahkan para ASN di Balai Wyata Guna, Bandung yang bekerja tidak becus ke Papua.

Baca juga: Cara Membuat Kesimpulan dan Ciri-ciri Sebuah Simpulan yang Benar

Baca juga: YAKINNYA Beijing Bahwa Joe Biden Ingin Memulai Perang Usai Armada PLA China Usir Kapal Perang AS

Baca juga: REKOR Baru Kasus Covid-19 di Jambi, Sehari Bertambah 352 Kasus Positif

Menurut Taslim, Risma harus sekolah dulu ke Lemhannas sebelum memindahkan para ASN di Balai Wyata Guna ke Papua.

Dia harus tahu dampak dari kata-kata yang diucapkannya. Sebagai pejabat, Risma harus tahu geopolitik dan geostrategi Indonesia sehingga bisa melihat berbagai persoalan yang ada saat ini dari kacamata wawasan kebangsaan dan wawasan nusantara.

“Dari caranya memberi teguran serta mengaitkan antara kemarahan terhadap ASN yang tidak becus bekerja dengan Papua sungguh menegaskan siapa Risma sebenarnya. Risma bukan negarawan tapi tukang omel. Dia harus paham, semua orang sudah capai dengan kondisi pandemi sekarang ini tetapi sebagai pejabat, Risma harus tahu dia berdiri di mana dan sebagai apa. Masing-masing daerah mempunyai caranya sendiri dalam berkomunikasi dan berbudaya. Jadi kalau mau marah, marah saja tidak perlu mengaiatkan dengan berbagai hal yang sebenarnya tidak perlu diucapkan,” tegas Taslim.

Herawi Taslim yang juga Wasekjen DPP Partai Nasdem mengingatkan, Risma tidak perlu bersandiwara terus dalam melaksanakan tugasnya.

Budaya bekerja yang seperti itu, masih menurut Taslim, mungkin bisa diterapkan di tempat yang lama. Namun sekarang pada saat semua orang tertekan karena pandemi, budaya kerja di tempat yang lama tidak perlu dibawa-bawa.

Baca juga: Ragam Patung Nusantara, Berbagai Jenis Patung dan Ciri Khas Patung di Indonesia

Baca juga: VIDEO 24 Tahun Terpisah dari Anaknya, Pria di China Tempuh Perjalanan 500 Ribu Kilometer

Baca juga: Tangani Longsor di Muara Emat Kerinci, BPJN Turunkan Satu Excavator dan Dua Dump Truk

Apalagi, tegas Taslim, Risma mengkaitkan dengan mempunyai kewenangan memindahkan ASD ke pulau lain.

“Memindahkan ASN ke Papua itu bisa banyak artinya. Artinya yang pertama adalah, ASN yang tidak becus itu bisa dipindahkan ke tempat yang jauh dan Papua adalah tempat yang jauh jika dari Bandung. Namun itu juga bisa diartikan bahwa, Papua adalah tempat pembuangan bagi ASN yang tidak bekerja dengan baik. Lha ke tempat atau daerah lain emang tidak ada meski tidak sejauh Papua? “ urai Taslim lebih jauh.

“Kalau di kantor yang lama, mungkin tidak menjadi masalah Risma bersikap marah-marah seperti itu. Tetapi ini khan situasi dan kondisinya sangat berbeda. Ditanyakan saja, mengapa ASN itu tidak bekerja membantu yang lain. Itu lebih bijaksana. Risma menampar wajah Pak Joko Widodo yang selama ini menekankan, penugasan ASN ke daerah lain bisa setiap saat dan bagian dari pengabdian,” tuntas Hermawi Taslim.

(*)

Berita lainnya seputar Tri Rismaharini

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved