Breaking News:

Pilkades di Sarolangun

Ada Potensi Rawan Konflik, 208 Personil Polres Sarolangun Dikerahkan Untuk  Amankan Pilkdes Serentak

Berita Sarolangun - Puluhan desa di Kabupaten Sarolangun akan mengelar pemilihan kepala desa secara serentak dua hari ke depan,

Penulis: Rifani Halim | Editor: Rahimin
istimewa
Kapolres Sarolangun AKBP Sugeng Wahyudiono memeriksa personil untuk pengamanan pilkades di 53 desa. 

Ada Potensi Rawan Konflik, 208 Personil Polres Sarolangun Dikerahkan Untuk  Amankan Pilkdes Serentak 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Puluhan desa di Kabupaten Sarolangun akan mengelar Pemilihan Kepala Desa secara serentak dua hari ke depan, dimulai pada Kamis (15/7/2021).

Kapolres Sarolangun AKBP Sugeng Wahyudiono akan mengerahkan 208 personil untuk pengamanan pilkades di 53 desa.

"Beberapa TPS kita identifikasi memang rawan ataupun sangat rawan. Tapi ini lebih kepada kondisi geografis lokasi TPS tersebut yang memang menyebabkan pergeseran membutuhkan waktu agak lama," katanya setelah melepas personil, Selasa (13/7/2021).

Pihaknya juga memperhitungkan TPS mana yang berpotensi untuk lebih diperkuat.

Jika dibandingkan, TPS yang tergolong aman lebih di perkecil pengamanannya.

Menurutnya, pemilihan kepala desa secara serentak yang akan digelar ini tentunya hampir memiliki kesamaan pada pemilihan gubernur yang di gelar beberapa waktu lalu.

"Sama seperti Pilgub 2020, kita sama melakukan Pilkades saat ini dalam massa Covid-19. Maka ada ketentuan - ketentuan yang harus dilakukan oleh petugas," jelasnya.

AKBP Sugeng Wahyudiono mempertegas, masyarakat yang tidak mematuhi peraturan yakni protokol kesehatan maka pihaknya pertama-tama akan memperingati terlebih dahulu.

"Jika sudah diingatkan dua kali namun tidak diindahkan juga bahwa di undang- undang kita dapat menjerat orang-orang yang tidak memperhatikan prokes," katanya.

Ia meminta kepada masyarakat yang akan berpartisipasi dalam pemilihan kepala desa, nantinya harus mengikuti proses secara baik, menjaga keamanan, kedamaian, ketertiban pilkades.

"Hindari terjadinya konflik atas pelaksanaan Pilkades, yang namanya demokrasi tidak hanya menang, tapi demokrasi juga siap untuk kalah," pungkas AKBP Sugeng Wahyudiono.(tribun jambi/rifani halim)

52 Desa di Tebo Bakal Menggelar Pilkades Pada 2022 Mendatang

Tim Petir Polres Tanjab Barat Masih Selidiki Kasus Dugaan Pembunuhan di Merlung

Hujan Deras Sebabkan 9 Titik Longsor Besar dan Kecil di Jalan Lintas Kerinci-Merangin

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved