Jumat, 24 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Isolasi Mandiri

Cara Mendapatkan Obat Gratis dan Layanan Medis Online Untuk Pasien Isolasi Mandiri

cara mendapatkan layanan telemedicine gratis dan obat gratis program kementerian kesehatan yang kerjasama dengan 11 aplikasi kesehatan

Penulis: Suang Sitanggang | Editor: Suang Sitanggang
ist
Ilustrasi. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat jalani isolasi mandiri, dijenguk istri dan anak-anaknya. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri sangat penting untuk mendapatkan layanan telemedicine.

Telemedicine merupakan layanan medis online terkini, yang memungkinkan tenaga medis memberikan pelayanan kesehatan dari jarak jauh.

Untuk memantau perkembangan pasien isolasi mandiri ini, Kementerian Kesehatan sudah bekerja sama dengan 11 platform layanan telemedicine.

Tujuannya adalah agar kebutuhan pasien untuk konsultasi, pemantauan kesehatan, dan mendapatkan pengobatan yang benar sesuai gejala yang diderita bisa didapatkan secara gratis.

Layanan telemedicine gratis ini sudah dimulai di Jakarta pada Rabu (7/7/2021).

“Kami bekerjasama dengan 11 platform telemedicine untuk memberikan jasa konsultasi dokter dan jasa pengiriman obat secara gratis,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dikutip dari websiten kemkes.

Dia menyebut ada 11 platform telemedicine yang telah bekerjasama dengan Kemenkes.

Platform itu adalah Halodoc, KlikDokter, Alodokter, GetWel, Good Doctor dan GrabHealth, dan KlinikGo.

Selanjutnya adalah Link Sehat, Milvik Dokter, ProSehat, SehatQ, dan YesDok.

Baca juga: BEGINI Cara Isolasi Mandiri Covid-19 Menurut Kemenkes, Pakai Masker & Akses Fasilitas Telemedicine

Bagaimana cara mendapatkan layanan telemedicine gratis ini?

Alurnya adalah dimulai dari Lab pemeriksaan PCR yang terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan.

Data pasien yang dientri laboratorium akan terbaca oleh Kemenkes.

Ketika hasil tes PCR di Lab terkonfirmasi positif COVID-19, maka Lab akan mengentri data pasien.

Dalam jangka waktu 1 hari, pasien akan menerima pesan Whatssapp dari Kemenkes, yang memuat link konsultasi online dan sebuah kode untuk mendapatkan obat gratis.

“Begitu sudah konsultasi, pasien memasukkan satu kode, nanti kode itu membuka jalan mendapatkan obat yang gratis,” tutur Menkes.

Layanan telemedicine ditujukan untuk pasien yang baru terpapar yang berdomisili di DKI Jakarta.

“Jadi belum bisa orang langsung mencari dan melakukan konsultasi online tanpa dites PCR di Lab yang terafiliasi dengan Kemenkes," ungkapnya.

Karena kita perlu verifikasi apakah yang bersangkutan itu memang benar sudah terpapar Covid-19 positif.

Baca juga: Dokter Reisa Beri Tips Isolasi Mandiri, Tekankan Hal Ini Untuk Tersedia di Rumah saat Isoman

Platform itu juga bisa dipakai di aplikasi Pedulilindungi saat akan melakukan perjalanan naik pesawat, sehingga tak perlu lagi bawa dokumen syarat perjalanan bentuk fisik.

Pemerintah terus mencari cara yang terbaik untuk tetap bisa melayani masyarakat tetapi dengan risiko penularan yang sekecil-kecilnya.

Sehingga keluarlah ide telemedicine ini dan setelah dikaji ide ini dinilai akan efektif dalam memantau kondisi pasien COVID-19 yang isolasi mandiri.

“Jadi mereka (platform telemedicine) mau memberikan layanan konsultasi dokter yang gratis setiap hari selama masa inkubasi 14 hari mereka akan tinggal," ungkapnya.

Pasien juga nanti akan bisa mengeluarkan resep obatnya.

"Mereka juga bisa berhubungan dengan lab yang sudah diakreditasi Kementerian Kesehatan untuk melihat pasien positif atau tidak," ungkapnya.

Nantinya akan disambungkan ke apotek- apotek di mana kita nanti akan mengirimkan obatnya atau juga pasiennya bisa ambil sendiri ke apotek di Jakarta.

Untuk pengiriman paket obat, lanjut Menkes, dibantu jasa ekspedisi Sicepat.

Untuk konsultasi gratis akan difasilitasi 11 platform, untuk biaya obat gratis disediakan Kementerian Kesehatan, dan untuk pengirimannya dibantu oleh Sicepat.

“Jadi saya terima kasih sekali ini bukan hanya menjadi program pemerintah tapi sudah menjadi gerakan seluruh komponen bangsa, kelompok-kelompok sosial juga mau berpartisipasi menyumbangkan sesuai dengan kemampuan,” ujar Menkes.

Baca juga: Alat yang Dibutuhkan saat Isolasi Mandiri di Rumah Jika Positif Covid-19

Baca juga: Daftar Obat dan Vitamin untuk yang Isolasi Mandiri hingga Langkah Terapi Cuci Hidung

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved