Breaking News:

Penimbun Obat dan Alkes Covid-19 Diburu Polda Metro Jaya, Warga Bisa Lapor ke 081113110110

Polda Metro Jaya gencar melakukan operasi pengungkapan serta penangkapan oknum yang memanfaatkan kondisi pandemi Covid-19 untuk mencari keuntungan.

Editor: Teguh Suprayitno
Tribunnews/Herudin
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Banyak oknum yang memanfaatkan situasi di tengah pandemi Covid-19 untuk mencari keuntungan pribadi.

Saat ini Polda Metro Jaya gencar melakukan operasi pengungkapan serta penangkapan oknum yang memanfaatkan kondisi pandemi Covid-19 untuk mencari keuntungan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menegaskan, pihaknya tak segan untuk melakukan tindakan tegas jika mendapati adanya orang yang memanfaatkan kondisi tersebut.

Bahkan arahan dari Kapolda Metro Jaya, pihak kepolisian akan terus melakukan pengejaran terhadap oknum yang coba bersembunyi dan melarikan diri.

"Pak Kapolda Metro sudah sampaikan kita akan kejar, pelaku penimbun obat dan tabung oksigen akan kita kejar. Peredarannya akan kita kejar lagi. Tolong stop, tolong berhenti saat keadaan susah seperti ini," ujar Yusri kepada awak media, dikutip Tribunnews.com, Minggu (11/7/2021).

Yusri menyebut, pihaknya memerlukan peran serta dari masyarakat untuk melapor jika mendapati adanya tindakan yang merugikan masyarakat di saat pandemi.

Tindakan yang menjadi sorotan belakangan ini yakni beredarnya oknum yang menimbun obat-obatan dan alat kesehatan Covid-19 termasuk tabung oksigen.

Yusri memberikan dua alternatif untuk masyarakat membuat laporan, pertama yakni melalui pesan singkat WhatsApp dan kedua langsung menghubungi hotline kepolisian.

"Tolong segera melapor jika jadi korban atau silakan hubungi call center atau hotline kami melalui nomor telepon 081113110110 (kontak) Dirkrimsus PMJ atau 110 milik Polri," ucapnya.

Baca juga: 62.000 Orang Meninggal Akibat Covid-19, Menteri Agama Ajak Heningkan Cipta Jam 10.00 Pagi Ini

Adapun pada laporan tersebut, nantinya kata Yusri, masyarakat harus menunjukkan bukti yang meyakinkan untuk dilakukan penyelidikan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved