Breaking News:

Tribun Wiki

Mengenal Bioskop Orion, Bioskop Pertama di Kuala Tungkal Kabupaten Tanjabbar

Bioskop Orion, adalah bioskop yang pertama kali berdiri di Kota Kuala Tungkal. Awalnya bioskop tersebut akan berdiri di Jalan Setia Budi atau yang saa

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
ist
Mengenal Bioskop Orion, Bioskop Pertama di Kuala Tungkal Kabupaten Tanjabbar 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Kota Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjabbar pada jaman dulu ternyata memiliki bioskop, tepatnya sekira pada tahun 1960-an.

Pada saat itu, Kuala Tungkal masih masuk sebagai wilayah Kabupaten Tanjung Jabung sebelum pada akhirnya masuk menjadi Kabupaten Tanjabbar setelah adanya pemekaran.

Pada jaman dulu bioskop yang ada di Kuala Tungkal merupakan satu-satunya tempat hiburan yang bisa dimanfaatkan untuk menghilangkan penat.

Bioskop Orion, adalah bioskop yang pertama kali berdiri di Kota Kuala Tungkal. Awalnya bioskop tersebut akan berdiri di Jalan Setia Budi atau yang saat ini di kenal dengan Jalan Kepayang.

Yusrah, Tokoh Masyarakat Kuala Tungkal menyebutkan bahwa karena mulai disusunya tata kota Kuala Tungkal, akhirnya posisi pendirian bioskop tersebut di geser.

"Rencana awal itu di Jalan Setia Budi, kalo sekarang namanya Jalan Kepayang. Karena tata kota, maka tidak jadi di dekat Jalan itu. Iya lah di bangun di Simpang Terminal Kota kalo sekarang dekat gedung BCA,"sebutnya.

Disampaikan oleh Yusrah bahwa berdasarkan cerita dari bibiknya bahwa yang membangun Bioskop Orion tersebut adalah Achmad bin Abdul Madjid Berangas. Soal ini pun dikatakan oleh Yusrah juga terdapat dalam sumber sejarah yakni pada buku dinamika adat Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Ia menceritakan bahwa pada masa 1960-an ada banyak masyarakat yang menghabiskan waktu untuk menikmati film-film yang tayang di bioskop Orion tersebut. Maklum saja, menurutnya hanya bioskop Orion yang menjadi tempat hiburan bagi masyarakat setempat.

Setidaknya lebih dari 100 kursi yang ada pada gedung bioskop tersebut selalu terisi penuh. Meskipun pada saat itu sudah ada listrik, namun alirannya masih terbatas sementara untuk pemutaran film di bioskop Orion itu sendiri menggunakan genset.

"Pemutarannya itu tidak seperti sekarang. Dulu itu ada pakai alat semacam proyektor dan film nya itu ada di pita, kek kaset tapi pita nya besar. Jadi itu lah yang di pakai buat mutar film. Kebanyakan itu tentang perjuangan-perjuangan nabi film nya,"ungkapnya.

Untuk tayang film di bioskop itu bisa selama satu minggu ada jam tayang untuk pemutaran film. Namun rerata dua atau tiga kali bioskop tersebut memutarkan filmnya. Adapun jam tayang pemutaran film terbagi atas dua waktu yaitu sore dan malam.

"Tayang nya itu tergantung film, kadang bisa tiap hari. Kadang film yang sudah tayang itu yang di putar balik. Sehari bisa dua kali tanyang. Mulai itu Jam 2 sore, sudah itu malam ada lagi,"katanya.

Baca juga: Lowongan Kerja BUMN Anak Usaha PT Pelindo II untuk Lulusan S1

Baca juga: Kemenag Kota Jambi: Jumlah Pelaksanaan Akad Nikah Selama 2021 Tercatat Ada 1.838 Pasangan Menikah

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 10 Juli 2021 Naik Lagi Rp3.000

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved