Khazanah Islami
3 Amalan Mulia di Bulan Dzulhijjah yang Dianjurkan Dikerjakan Umat Muslim
Banyak amalan yang bisa dikerjakan selama Dzulhijjah atau Zulhijah, bulan ke-12 sekaligus bulan terakhir pada penanggalan Hijriyah.
TRIBUNJAMBI.COM - Banyak amalan yang bisa dikerjakan selama Dzulhijjah atau Zulhijah, bulan ke-12 sekaligus bulan terakhir pada penanggalan Hijriyah.
Ustaz Abdul Somad menjelaskan keistimewaan lain Bulan Dzulhijjah disinggung dalam Al Quran, yaitu Surat Al Fajr.
"Dijelaskan dalam Al Quran, wal fajr wa layalin asyr, demi fajar demi malam yang sepuluh. Yang dimaksud 10 malam adalah 10 hari awal dzulhijjah," jelas Ustadz Abdul Somad Dikutip dari YouTube Taman Surga. NET berjudul "Keutamaan Puasa Sunnah di Bulan Dzulhijjah | Ustadz Abdul Somad Lc., MA".
Keistimewaannya pada 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah disebut-sebut Alquran dan hadist adalah hari-hari yang disukai Allah SWT sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh.
Sementara itu keistimewaan Bulan Dzulhijjah juga dijelaskan dalam Hadist riwayat Ibnu ‘Abbas RA dalam Sunan At-Tirmidzi:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر
“Rasulullah SAW bersabda, ‘Tiada ada hari lain yang disukai Allah SWT untuk diisi dengan ibadah sebagaimana (kesukaan-Nya pada) sepuluh hari ini,’” (HR At-Tirmidzi).
Satu diantara amalan 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah, menurut pandangan Ulama yang paling utama adalah puasa.
Menurut hadist Sunan Nasa'i, yang diriwayarkan istri Nabi langsung yaitu Saidah Hafsah, amalan paling baik pada Bulan Dzulhijjah adalah puasa.
"Nabi tidak pernah meninggalkan puasa 10 awal Dzulhijjah," kata Ustadz Abdul Somad, berdasarkan hadist tersebut.
Puasa sunnah Dzulhijjah dapat digabung dengan Puasa Qadha Ramadan atau puasa sunnah lain seperti Puasa Senin Kamis, apabila Puasa Dzulhijjah tersebut bertepatan dengan hari Senin dan Kamis.
Ustadz Abdul Somad menjelaskan soal hadist riwayat Aisyah yang menyebut Nabi tidak puasa di Bulan Dzulhijjah.
"Menurut keterangan Imam Nwawi, hadist tersebut menerangkan bahwa Nabi tidak puasa karena musafir"
"Bagi yang tidak bisa puasa karena sakit (atau udzur syar'i lainnya) maka perbanyak sholat sunnah"
"Sholat sunnah Dhuha"