Breaking News:

Berita Muarojambi

Meskipun Dapat Penolakan, Tambang Pasir di Desa Senaung Kembali Beroperasi, Diduga Dibekengi Preman

Kegiatan penambangan pasir yang diduga belum memiliki izin di perairan sungai Batanghari di RT 06 Desa Senaung Kecamatan Jaluko Kabupaten Muarojambi

Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Andreas Eko Prasetyo
Tribunjambi.com/Hasbi Sabirin
Kegiatan penambangan pasir yang diduga belum memiliki izin di perairan sungai Batanghari di RT 06 Desa Senaung Kecamatan Jaluko Kabupaten Muarojambi kembali beroperasi. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Hasbi Sabirin

TRIBUNJAMBI.COM,SENGETI - Kegiatan penambangan pasir yang diduga belum memiliki izin di perairan sungai Batanghari di RT 06 Desa Senaung Kecamatan Jaluko Kabupaten Muarojambi kembali beroperasi.

Saat diketahui, sebelumnya juga sempat menjadi protes warga sekitar dan berhasil dihentikan aktivitasnya.

Nyatanya, dalam dua hari ini aktivitasnya masih melakukan penyedotan pasir di perairan Desa Senaung Kecamatan Jaluko Kabupaten Muarojambi.

Seperti yang disampaikan oleh Kepala Desa Senaung Bustami saat dikonfirmasi membenarkan perusahaan tambang yang mereka tolak beberapa waktu lalu mulai beroperasi lagi di desanya.

Baca juga: Akhir Juni 2021, Cadangan Devisa RI Naik Jadi USD 137,1 Miliar

Baca juga: Promo KFC Super Deal Mulai Dari 45 Ribuan, KFC Mega Kombo Isi Banyak Pas Buat Dibagi-bagi

Baca juga: Cara Menjadi Dropship untuk Pemula

Kegiatan penambangan pasir yang diduga belum memiliki izin di perairan sungai Batanghari di RT 06 Desa Senaung Kecamatan Jaluko Kabupaten Muarojambi kembali beroperasi.
Kegiatan penambangan pasir yang diduga belum memiliki izin di perairan sungai Batanghari di RT 06 Desa Senaung Kecamatan Jaluko Kabupaten Muarojambi kembali beroperasi. (Tribunjambi.com/Hasbi Sabirin)

 

"Saat ini warga kami resah dengan aktivitasnya, mereka melakukan penyedotan di perairan Desa kami tidak memiliki izin, setelah penolakan waktu lalu, dua hari ini mereka masuk lagi,"kata Bustami Jum'at (9/7/21).

Waktu lalu warga sudah melakukan musyawarah secara baik-baik, agar tidak mengulangi penyedotan di perairan Desa nya sebelum melengkapi dokumen perizinan.

"Kabarnya pihak penambang itu sudah melakukan penyedotan dengan cara tidak sehat dan melakukan bekingan preman lah, intinya jika belum ada dokumen perizin, sesuai kesepakatan warga Desa Senaung menolak terhadap aktivitas itu," tuturnya.

Kepada Tribunjambi.com, Kepala Desa Senaung Bustami mengatakan, sebelumnya kapal penambang pasir itu beroperasi di perairan Penyengat Olak.

"Mereka menyebut sudah memiliki ijin dari Desa Penyegat Olak, tapi mereka masuk penyedotan ke wilayah Senaung, hingga hari ini belum ada persetujuan dari desa kami dalam aktivitasnya di perairan Desa Senaung tersebut,"tegasnya.

Baca juga: Lepas Jabatan Pj Gubernur, Hari Nur Cahya Murni Pesan ke Gubernur Al Haris Perjuangkan DAK

Baca juga: Promo Superindo Terbaru 9 Juli 2021 Diskon Mulai Dari 15% Hingga 50%

Baca juga: Tanpa Alasan yang Jelas, Tetiba Pria Dewasa Gunakan Pisau Aniaya Anak Kecil Berusia 2 Tahun

(Tribunjambi.com/ Hasbi Sabirin)

Berita Lainnya Seputar Penambangan Pasir

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved