Breaking News:

Obat Herbal Alami

Cara Diet untuk Menurunkan Darah Tinggi, Batasi Makanan Tinggi Garam dan Lemak Jenuh

Cara diet untuk menurunkan darah tinggi. Diet hipertensi adalah upaya mengontrol tekanan darah tinggi dengan pengaturan pola makan yang tepat.

Editor: Nurlailis
Cara diet untuk menurunkan darah tinggi 

TRIBUNJAMBI.COM - Simak cara diet untuk menurunkan darah tinggi.

Diet hipertensi adalah upaya mengontrol tekanan darah tinggi dengan pengaturan pola makan yang tepat.

Melansir Mayo Clinic, prinsip diet hipetensi yakni membatasi makanan tinggi natrium atau garam, tinggi lemak jenuh, dan tinggi gula tambahan.

Pola makan ini menganjurkan penderita tekanan darah tinggi untuk mengonsumsi makanan yang banyak mengandung potasium, kalsium, magnesium, dan serat.

Cara diet hipertensi

Diet hipertensi fokus utamanya untuk menekan asupan garam dan natrium agar tidak ada air atau garam yang terlalu banyak terikat di jaringan tubuh. Dengan begitu, tekanan darah bisa terkontrol.

Merangkum sejumlah sumber, berikut beberapa tips diet hipertensi:

  • Jika sudah menambahkan garam sebagai bumbu masakan, hindari tambahan penyedap, bumbu siap saji, atau saus saat memasak karena biasanya tinggi garam.
  • Agar rasa masakan tetap gurih dan kaya rasa, kurangi garam dan tambahkan bumbu alami seperti bawang merah, bawang putih, jahe, kemiri, kunyit, kencur, laos, salam, sereh, dll.
  • Pilih buah dan sayuran segar. Hindari jenis yang beku, kalengan, atau keripik.
  • Cermati setiap label makanan, pilih opsi yang paling rendah garam dan natrium.
  • Hindari segala jenis makanan olahan, makanan beku, makanan kalengan, dan makanan berpengawet.

Baca juga: Korelasi Covid-19 dan Tekanan Darah Tinggi

Pastikan Anda berkonsultasi dengan ahli gizi dan dokter yang menangani sebelum menjalankan diet hipertensi untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

Menurut penelitian, diet DASH untuk penderita hipertensi bisa menurunkan tekanan darah tinggi dalam waktu dua minggu.

Selain tekanan darah, kadar kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) juga bisa lebih terkontrol.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved