Minggu, 12 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Ibas dan Demokrat Dituding Hanya Bisa Memberi Kritik Terkait Covid-19

Ibas dituding hanya bisa memberikan kritik tanpa berbuat secara real setelah mengingatkan pemerintah terkait penanganan Covid-19 yang menunjukkan

Editor: Suci Rahayu PK
(KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)
Ibas 

TRIBUNJAMBI.COM - Ketua Fraksi Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono ( Ibas) dituding hanya bisa memberikan kritik tanpa berbuat secara real setelah mengingatkan pemerintah terkait penanganan Covid-19 yang menunjukkan gejala kewalahan.

Ibas dan Demokrat digambarkan tidak berbuat apa-apa dalam kaitan dengan penanganan Covid-19.

Legislator asal Lampung, Marwan Cik Asan, meminta publik atau sejumlah orang yang nyinyir atas pernyataan Ibas, dapat bersikap adil.

Proses pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Pedurenan Kota Bekasi, Minggu (7/6/2021)
Proses pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Pedurenan Kota Bekasi, Minggu (7/6/2021) (ist)

‘’Jangan karena berseberangan, atau tidak suka, lalu kehilangan sikap fair, sikap adil. Mengapa? Karena di bawah Mas Ibas, fraksi kami sejak awal sudah terjun langsung membantu rakyat yang kesusahan. Kami berpartisipasi, membantu pemerintah dengan cara kami, bukan hanya mengkritik,’’ kata Marwan di Jakarta, Kamis (8/7/2021)

Disebutkan, sejak awal Maret 2020 Partai Demokrat sudah menggulirkan Gerakan Nasional Demokrat Lawan Corona.

Kegiatan ini pun dijalankan seluruh kader secara secara intensif, masif dan terkoordinasi, termasuk para kader di DPR yang dipimpin Ibas.

‘’Sejak itu pula, Mas Ibas menginstruksikan kepada seluruh anggota FPD untuk turut menghidupkan gerakan melawan Covid-19 secara ikhlas. Bisa dicek jejak digitalnya, teman-teman Demokrat di DPR langsung terjun ke masyarakat, baik di masa reses maupun tidak untuk turut meringankan beban masyarakat,’’ papar Sekretaris FPD itu.

Baca juga: Harga Mobil Bekas Daihatsu Xenia, Mulai Rp 55 Juta Untuk Varian Generasi Pertama

Baca juga: Gubernur Al Haris: Tugas Kami Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi

Kemarin, Ibas memang menyatakan bahwa pemerintah terlihat ‘tidak berdaya’ menangani pandemi Covid-19 yang sudah memasuki tahun kedua.

Salah satu indikasinya, tabung oksigen sulit didapat.

‘’Jangan sampai negara kita disebut sebagai failed nation atau bangsa gagal akibat tidak mampu menyelamatkan rakyatnya,’’ tegas Ibas.

Pernyataan ini kemudian dicapture sejumlah orang dan disebarkan di media sosial dengan narasi seolah-olah Ibas hanya mengkritik dan tidak berbuah apa-apa dalam soal Covid-19.

‘’Itu kan respons yang aneh. Secara resmi, penanganan pandemi itu tugas pemerintah. Tapi ini juga tanggungjawab bersama. Makanya, Mas Ibas tidak hanya mengomando kami untuk membantu masyarakat, dia sendiri tanpa lelah, dari awal pandemi memberikan bantuan-bantuan kepada masyarakat,’’ kata Marwan lagi.

Ia juga menegaskan, tidak perlu pihaknya membeberkan secara rinci bantuan yang sudah diberikan.

Terpenting, kepedulian dan aksi langsung itu bisa dipastikan telah dan masih berlangsung hingga kini.

"Situasinya memang nyata-nyata darurat, sementara pemerintah tampak kewalahan. Makanya Mas Ibas mengingatkan.  Soal apa yang diperbuat, silakan dilacak. Mudah kok, menemukan jejak digital apa yang dilakukan Demokrat baik DPP maupun FPD, bahkan Mas Ibas pribadi. Kami kritik pake argumentasi dan data, Anda jawab asbun, ya repot,’’ kata Marwan.

Baca juga: Promo KFC #TBT Makan 10 Ayam Goreng KFC Mulai Dari Rp90.000

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved