Breaking News:

STUNTING Menjadi Bahasan 100 Profesor

Stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak menjadi perhatian yang serius oleh pemerintah pusat dan daerah.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Istimewa
BKKBN Provinsi Jambi menggelar diskusi bersama para pakar lintas ilmu untuk mengupas permasalahan stunting dengan berkolaborasi dengan Asosiasi Profesor Indonesia untuk mencari solusi yang tepat dalam menurunkan angka stunting di Indonesia. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak menjadi perhatian yang serius oleh pemerintah pusat dan daerah.

BKKBN Provinsi Jambi menggelar diskusi bersama para pakar lintas ilmu untuk mengupas permasalahan stunting dengan berkolaborasi dengan Asosiasi Profesor Indonesia untuk mencari solusi yang tepat dalam menurunkan angka stunting di Indonesia.

Bertempat di Aston Hotel Jambi, BKKBN Provinsi Jambi mengadakan Webinar series dalam rangka hari keluarga nasional dengan mengusung Tema 100 Profesor Bicara Stunting, Senin (5/7).

Acara webinar dibuka oleh kepala BKKBN RI Dr.(Hc) dr Hasto Wardoyo,Sp.OG (k)., Ketua Asosiasi Profesor Indonesia (API) Prof.Dr Ir.Ari Prbayanto,M.Sc., Deputi Lalitbang BKKBN RI prof.drh.M.Rizal M. Damanik,MRep.Sc, Ph.D , dan kepala BKKBN Provinsi Jambi Munawar Ibrahim, S.Kp,M.PH.

Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo mengapresiasi webinar yang dilaksanakan oleh BKKBN Provinsi Jambi.

BKKBN Provinsi Jambi menggelar diskusi bersama para pakar lintas ilmu untuk mengupas permasalahan stunting dengan berkolaborasi dengan Asosiasi Profesor Indonesia untuk mencari solusi yang tepat dalam menurunkan angka stunting di Indonesia.
BKKBN Provinsi Jambi menggelar diskusi bersama para pakar lintas ilmu untuk mengupas permasalahan stunting dengan berkolaborasi dengan Asosiasi Profesor Indonesia untuk mencari solusi yang tepat dalam menurunkan angka stunting di Indonesia. (Istimewa)

"Kondisi kependudukan membutuhkan sumber daya yang unggul, kita siapkan generasi yang berkualitas dan berdaya saing, kajian dari para pakar tentunya sangat diharapkan, diskusi bersama para profesor bisa memberikan solusi yang tepat menurunkan angka stunting,"ujar Hasto Wardoyo

Presiden Republik Indonesia Joko Wibowo menunjuk BKKBN menjadi ketua tim penurunan angka stunting, presiden mengharapkan pada tahun 2024 angka stunting di Indonesia menjadi 14%.

Webinar dilaksanakan secara Luring dan Daring ini, dipandu oleh Dr.Pantun Bukit,SE,M.Si., dengan Narasumber 1) Prof.Drs.Adi Fahruddin,S.Psi,M.Soc, Sc,Ph.D., 2) Prof.dr.Endang L.Achadi,MPH.,DrPH., dan 3) Dr.Ummi Kalsum,SKM,MKM.

Baca juga: Nama Azrin Mencuat Sebagai Bakal Calon Isi Kursi Sekda Definitif Muarojambi

Baca juga: Pria Afganistan Pembunuh Juragan Emas di Papua Seorang Pengangguran, Suka Minta Uang ke Istri Korban

Baca juga: Brazil vs Peru Di Semifinal Copa America, Neymar Sosok Menakutkan Bagi Gianluca Lapadula Cs

Hadir langsung di Aston Hotel pejabat dilingkungan bkkbn provinsi jambi, dinas kesehatan provinsi jambi, TP PKK provinsi jambi, Bappeda Provinsi jambi, akademisi dari Universitas jambi, UIN Sultan Thaha Saifuddin, Poltekkes, dan mitra BKKBN lainnya.

Kepala BKKBN Jambi menyampaikan, dengan kemitraan bersama pemerintah daerah dan akademisi, BKKBN berupaya mencari formulasi dan kebijakan yg komprehensif untuk mengentaskan stunting di Jambi.

Baca juga: Surat Yasin Latin Arab Terjemahan, Keutamaan Mengamalkannya Meningkatkan Keimanan Pada Allah SWT

Baca juga: Ekonomi Mulai Membaik, Perusahaan Pembiayaan di Jambi Sebut Mulai Pulih Hampir 90 Persen

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved