Breaking News:

Ketua APPI Jambi Sebut Perusahaan Pembiayaan di Jambi Bisa Bertahan dengan Terapkan Mitigasi Resiko

Yudis, Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia Pengurus Daerah Jambi menyampaikan, Selama pandemi covid-19 yang melanda sejak tahun 2020, untuk

Tribunjambi/Vira
Ketua APPI Jambi Yudis 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dampak pandemi Covid-19 yang membuat ekonomi Jambi bergejolak tentu dirasakan juga oleh perusahaan pembiayaan di Jambi.

Yudis, Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia Pengurus Daerah Jambi menyampaikan, Selama pandemi Covid-19 yang melanda sejak tahun 2020, untuk secara gambaran keseluruhan lembaga atau perusahaan pembiayaan mengalami penurunan secara pembiayaan ditambah nilai beli dari masyarakat turun dengan sebelum pandemi.

Menurutnya, Perusahaan pembiayaan di Jambi selama pandemi satu tahun lebih ini mampu bertahan, mulai bangkit serta membaik. Terlihat dari jumlah perusahaan pembiayaan yang aktif di Jambi sebanyak 37 perusahaan pembiayaan.

“Perusahaan pembiayaan di Jambi mampu bertahan dari dampak pandemi, bahkan ditahun ini sepertinya akan ada tambahan perusahaan pembiayaan yang buka satu cabang,” ujarnya, PT. Batavia Prosperindo Finance tbk Cabang Jambi, Jalan Sultan Agung, Kelurahan Murni Kecamatan Telanaipura Jambi, Senin (5/7/2021).

Sementara itu, untuk keadaan saat ini dikatakannya yang harus dijaga pada perusahaan pembiayaan yaitu menjaga naiknya rasio Non Performing Financing (NPF) kredit macet itu harus dijaga agar proses pembiayaan lancar.

Namun saat ini mulai membaik namun tidak terlalu signifikan, cuma yang kita khawatirkan covid gelombang kedua ini. Untuk menjaga resiko terburuk kedepannya untuk perusahaan pembiayaan bekerjasama dengan OJK.

Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah mengeluarkan kebijakan restrukturisasi kredit bagi perbankan dan perusahaan pembiayaan.

“Namun, perusahaan juga diharapkan membuat langkah inovatif pembiayaan dengan mengembangkan kapasitas finansial dan juga peningkatan parameter manajemen risiko.

“Contohnya untuk debitur-debitur yang mau mengajukan pembiayaan atau kredit harus benar-benar memperhatikan BI checkingnya,” ucapnya.

“Kita memiliki strategi mitigasi resiko yang baik untuk dapat bertahan di era pandemi ini,” tambahnya.

Dikatakannya dari pak Suwandi selaku ketua APPI pusat ada penurunan kinerja perusahaan pembiayaan 17,2 persen secara nasinal per Januari lalu.

Yudis mengatakan, yang dikhawatirkan saat ini terjadinya penurunan lagi karena akan diterapkannya aturan dari Pemkota Jambi terkait PPKM.

“Kalau PPKM diterapkan tentu pengaruhnya luar biasa untuk kemampuan bayar debitur kredit motor. Ini beresiko menyebabkan naiknya tunjakan di perusahaan pembiayaan,” pungkasnya.

Baca juga: Hendak Jemput Padi di Sawah, Warga Teluk Rendah Pasar Tebo Dikeroyok Sekelompok Pemuda

Baca juga: Anggota KKB Papua Banyak Pilih Menyerah, Kondisi di Mimika Mulai Aman, Kelompok Lekagak Hengkang

Baca juga: Harga Mobil Baru LCGC Juli 2021 - Daihatsu Ayla Sigra, Honda Brio, Toyota Agya Calya, Suzuki Karimun

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved