Breaking News:

Kisah Inspiratif

Cerita Pasutri Asal Jawa Timur Gunakan Motor Masing-masing Menuju Mekkah

Berita Tanjabbar-Pemberhentian di Kuala Tungkal ini akan mengarahkan keduanya ke Batam dengan menggunakan kapal RoRo

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Nani Rachmaini

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL- Amir Faisol (57) dan Mintasih Suryawati (52) , pasangan suami istri asal Jember, Jawa Timur ini membawa cerita hidup dan unik. Pasangan ini menyadari bahwa semua yang ada di muka bumi ini adalah titipan Allah, semua akan kembali kepada Allah dan hanya amal kebaikan yang akan di bawa ketika menghadap sang ilahi. 

Kondisi pandemi Covid 19 ini pun ternyata berdampak pada keduanya. Hingga akhirnya bisnis Amir Faisol harus gulung tikar dan dirinya harus survive. Keimanan dan keyakinan Ia terhadap kuasa Allah adalah dasar dalam menjalani kehidupan. Hingga pada mimpi yang Ia coba ceritakan kepada tribunjambi.com.

Amir dan istrinya adalah dua raider sepeda motor asal Jawa Timur yang akan berangkat ke Tanah Suci Makkah. Perjalanan keduanya di mulai tepat pada 1 Ramadan 1442 Hijriah lalu. Masing-masing pasangan suami istri ini mengendarai motor dan mengandalkan peta internet untuk menunjukkan arah perjalanan. 

Amir bercerita bahwa awal mula melakukan misi perjalanan ini berawal dari mimpi yang beberapa kali muncul dalam tidurnya. Ia seolah mendapatkan pesan untuk di minta pergi ke tanah suci mekkah. Mimpi itu terus muncul hingga seingatnya ada tiga kali dan mimpi tersebut pula yang membawa Amir untuk berangkat bersama dengan istrinya menggunakan motor yang Ia miliki. 

"Jadi ceritanya itu dari mimpi. Bahwa saya mimpi shalat di Makkah. Kemudian kedua mimpi saya berangkat ke mekkah pakai motor, kemudian mimpi ketiga di minta untuk berangkat sama istri. Jadi ya mutusin untuk berangkat itu dari awal puasa," ceritanya. 

Amir memiliki dua orang anak, di mana dirinya juga menceritakan niat dirinya bersama istrinya untuk pergi ke mekkah dengan menggunakan motor. Disambung cerita oleh Mintasih bahwa anak-anaknya mensuport untuk melaksanakan mimpi tersebut. 

"Anak-anak tidak ada nolak, cuma bilang ya hati-hati saja. Alhamdulillah ada hp sekarang paling ya video call. Anak-anak tau juga kalo bapaknya memang jarang di rumah jadi ya memang biasa di tinggal. Jadi kalo kita berangkat sekarang ya mereka diam, paling ya pesan hati-hati itu,"tambahnya.

Kondisi pandemi dan sejumlah kebijakan yang di buat termasuk dengan penyekatan disejumlah wilayah, Mintasih mengakut tidak pernah terkendala dalam hal itu. Ia mengaku perjalanan di hari tua nya bersama dengan suami di perlancar oleh Allah. Keyakinan itu pula yang membawa keduanya sampai dengan di Kota Kuala Tungkal. 

"Alhamdulillah tidak ada kendala, lancar sampai di Tungkal ini. Kita berdua juga sudah vaksin sebelum berangkat. Kalo kendala ya paling hujan, seperti di Bangko kemarin kita ada kehujanan, tapi ya perjalanan ini kita bawa happy, dan tidak ada beban karena memang ikhlas,"sebutnya.

Pasangan suami istri ini sebetulnya merupakan anggota Komunitas motoran yang tergabung dalam Brandal Alas Rescue Jember. Solidaritas sesama anak motor ini pun juga di akui oleh keduanya. Beberapa tempat bahkan dengan komunitas yang sama menyambut hangat keduanya dalam perjalanan dan istirahat. 

"Sebetulnya kami tidak mengontak mereka, jadi memang kita aktif di sosial media untuk posting saja. Kemudian ada juga anak motor yang tau kita di mana kadang ngontak kita. Akhirnya ketemu, seperti di tungkal ini alhamdulilah kami di sambut dengan motoran Komunitas Brother Tungkal ini," ungkapnya.

Pemberhentian di Kuala Tungkal ini akan mengarahkan keduanya ke Batam dengan menggunakan kapal RoRo. Di Kuala Tungkal sendiri sejumlah pihak menemui keduanya sekedar untuk bercerita dan memberikan suport kepada keduanya serta doa agar keduanya sampai ke Mekkah dengan selamat. 

Senin sore (5/7) keduanya berangkat menggunakan kapal RoRo. Besar harapan keduanya kembali diberikan kelancaran hingga nantinya sampai ke Mekkah. Perjalanan di hari tua ini menurut Amir dan Mintasih adalah perjalanan kehidupan. Keduanya menganggap bahwa perjalanan yang di lakoninya saat ini adalah membawa keimanan mereka bahwa sesungguhnya garis hidup sudah menjadi ketetapan Allah. 

"Kita berangkat meninggalkan semuanya, kita meninggalkan anak, meninggalkan harta benda, dan akhirnya kita sendiri yang menjalani hidup. Ya seperti perjalanan ini, kalo kita lihat malahan jadi kembali pacaran," pungkas Mintasih sambil tertawa. 

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved