Breaking News:

Berita Sarolangun

Pengakuan Saidah, Warga Batang Asai Sarolangun yang Dianiaya Seorang Pria di Tengah Sawah

Dirinya meminta, agar persoalan ini dapat ditindak lanjuti oleh pihak kepolisian, agar kedepan tidak ada terulang lagi, sebab hal ini membuat dirinya

Penulis: Rifani Halim | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Rifani
Saidah warga Sarolangun yang meminta perlindungan dari DP3A. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Saidah (49) warga Desa Sungai Baung, Kecamatan Batang Asai Kabupaten Sarolangun mendatangi kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sarolangun.

Kedatangan Saidah, meminta pendampingan kepada DP3A Sarolangun, karena dirinya menjadi salah satu korban kekerasan fisik.

Saidah, mengaku tiga minggu lalu didatangi seseorang di areal sawah yang digarapnya. Kemudian terjadi adu mulut antara dirinya dengan pelaku.

Namun dirinya malah mendapatkan beberapa pukulan dari pelaku hingga kening di kepalanya benjol, bahkan jari tangannya patah karena ditekan oleh pelaku.

"Selama ini kamilah yang jadikan sawah tu, dak ado yang lain buat sawah tu, mulai dari nenek sampai ibu kami, sampai pula sampai kami. Sawah ini ada suratnya, tidak pernah kami jual atau gadaikan. Kamipun nak melawan gak berani, karna kami betiga perempuan semua," katanya, Pada Kamis (01/07/2021)

Kata Saidah, dirinya yang melihat ada sebilah parang di bagian pinggang pelaku, langsung merespon dengan mengambil lalu membuang senjata tajam tersebut untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan.

"Saat ditinju pelaku sayo terjatuh, pas bangkit sayo melihat parang dipinggangnya, karna saya takut parang itu digunakannya, lali sayo ambil dan lempar ke belakang."

"Sudah ada tiga minggu kejadiannya, sudah kejadian itu ada kanti ku beduo, anak aku belari balok jemput orang, aku duduk Dio nak matah tangan, manyembur darahko. Kening benjol-benjol, kanti aku tu keno jugo di cekeknyo," katanya.

Sesudah kejadian itu, kata Saidah. Sempat dilakukan mediasi atau musyawarah di desa setempat untuk menyelesaikan perkara tersebut, namun tidak membuahkan hasil.

Hingga akhirnya, pihak keluarga melaporkan kejadia kekerasan itu ke Mapolsek Batang Asai.

Dirinya meminta, agar persoalan ini dapat ditindak lanjuti oleh pihak kepolisian, agar kedepan tidak ada terulang lagi, sebab hal ini membuat dirinya tidak bisa bekerja hampir satu bulan terakhir ini.

"Akhirnya kami balik kedesa, kalau bisa masalah ini diselesaikan dengan musyawarah, kemudian temui kepala Desa, katanya tidak mungkin bisa dimusyawarahkan, karna duluan pelaku yang melapor kejadian itu kepada kades. Musyawarah tidak ada hasil, semua orang bubar, anak pelaku yang mengamuk, kami akhirnya berangkat kerumah sakit untuk visum. Hasil visum ada di Polsek Batang Asai, pelaku juga ngadu masalah anaknya, yang katanya anak kami mukuli anaknya, sementara tidak ada yang memukuli anaknya," katanya.

Baca juga: VIDEO Akademisi Universitas Jambi, Dr Tedjo Sukmono: Hampir Semua Jenis Ikan Ada di Jambi

Baca juga: Paranormal Kejawen Mbak You Meninggal Dunia di RS Premiere Bintaro Siang Ini

Baca juga: PW GP Ansor dan Fatayat NU Jambi Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Mendahara

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved