Cara Menanam Cabai Rawit di Halaman Rumah, Modam Minim Untung Melimpah
Harga cabai rawit di pasaran masih tinggi jadi alternatif untuk menanam sendiri di halaman rumah.
TRIBUNJAMBI.COM - Harga cabai rawit di pasaran masih tinggi jadi alternatif untuk menanam sendiri di halaman rumah.
Dengan menanam cabai rawit di halaman rumah akan menghemat pengeluaran.
Apalagi cabai rawit termasuk tanaman yang mudah ditanam hanya menggunakan pot.
Dikutip Kompas.com dari kanal Youtube Makmur Farm, Jumat (26/2/2021), berikut ini cara menanam cabai rawit bagi pemula.
1. Siapkan tanah
Pertama yang perlu dilakukan dalam menanam cabai rawit adalah menyediakan tanah terlebih dahulu sebagai bahan media tanam.
2. Siapkan benih cabai rawit
Kupas cabai tersebut dan ambil bijinya untuk nanti kamu taburkan ke tanah yang sudah disediakan.
3. Siapkan pot
Siapkan pot tanaman untuk diisi tanah. Ambil pot kecil dengan lubang drainase bagian bawah, tutup lubang dengan batu kecil kemudian isi dengan campuran pot.
4. Siapkan tanah atau pupuk organik dan kompos
Siapkan 70 persen pupuk organik dan 30 persen tanah pasir, kemudian campurkan.
Dalam campuran pot ini kamu akan memberikan tingkat perkecambahan 90 sampai 95 persen dengan mudah.
Kemudian masukkan campuran kompos dan tanah pasir ke dalam pot. Ratakan campuran tanah dengan lembut menggunakan tangan untuk menghilangkan celah udara.
5. Siram menggunakan air dan masukkan biji cabai rawit
Setelah tanah dimasukkan ke dalam pot secara merata, siram tanah tersebut dengan air agar tanahnya basah.
Kemudian taburkan biji cabai rawit secara merata pada permukaan tanah campuran di dalam pot, dan pastikan biji tidak tumpang tindih.
Setelah cabai disebarkan merata ke campuran tanah di pot, kemudian tutupi lagi biji cabai rawit dengan lapisan tanah campuran yang sama, tutupi tipis saja.
6. Siram dan simpan
Biji cabai rawit yang ditanam di campuran tanah pada pot perlu disirami air secara menyeluruh.
Kemudian simpan pot di tempat teduh sebagian atau di bawah jaring net maupun di bawah sinar matahari tidak langsung selama 8-12 hari.
Biasanya biji cabai rawit akan mulai berkecambah setelah 8-12 hari.
7. Saat daun tanaman cabai rawit mulai tumbuh sirami lagi
Saat daun tanaman cabai rawit mulai tumbuh, siramkan air menggunakan botol minum plastik yang tutup botolnya telah dilubangi.
Siramkan air secara perlahan dengan menjaga agar mulut botol penyiram sedekat mungkin dengan permukaan tanah.
8. Pindahkan tanaman cabai rawit setelah 25 hari
Ketika bibit tanaman cabai rawit memiliki 3-4 daun asli (setelah 25 hari) maka bisa dipindahkan ke pot yang lain dengan media tanam baru agar cepat tumbuh
9. Siapkan media tanam baru
Media tanam baru untuk tanaman cabai rawit idealnya terdiri dari 50 persen tanah kebun, 30 persen kompos organik, dan 20 persen sabut kelapa atau gambut kelapa (cocopeat).
Masukkan campuran media tanam ini ke pot baru yang lebih besar.
10. Masukkan tanaman cabai rawit ke pot baru
Disarankan gali lubang kecil di media tanam baru sedikit lebih panjang dari bola akar bibit dengan tanganmu.
Jaga jarak masing-masing bibit tanaman cabai rawit sekitar 6-7 inci untuk memberikan jarak pertumbuhan pada masing-masing tanaman.
Kemudian berikan air sampai tanahnya basah untuk menghindari kejutan setelah pemindahan tanaman.
11. Biarkan selama 2-3 hari
Selama 2-3 hari simpan pot di bawah sinar matahari tidak langsung dan siram dengan air hanya jika tanah bagian atas terasa kering untuk disentuh.
12. Setelah 3 hari potong daun tanaman cabai rawit
Cukup potong bagian atas daun tujuannya memaksa tanaman menghasilkan banyak batang samping. Semakin banyak batang samping yang kamu miliki, semakin banyak cabai rawit yang akan dihasilkan oleh tanamanmu.
13. Rawat sampai 20 hari
Hanya dalam beberapa hari tanaman akan lebih lebat dan lebat. Setiap tanaman memiliki lebih dari 10-12 batang samping.
14. Disarankan lakukan perawatan dengan rutin selama 143 hari lebih sampai tanaman cabai rawit berbuah
BACA ARTIKEL LAINNYA DI SINI
SUMBER ARTIKEL : KOMPAS.COM