Breaking News:

Berita Merangin

Hasil Labor DLH Merangin Tahun 2020, TSS Sungai Batang Masumai di Angka 32 dan 31, Masih Normal?

Memang di Ketahui, Air Sungai Batang Masumai sudah lama tercemar yang diduga akibat aktivitas PETI.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/darwin
Pertemuan Air Sungai Batang Masumai dan Sungai Batang Merangin di Ujung Tanjung, Pasar Bawah, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin. 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Meski tampak keruh, air Sungai Batang Masumai, Kabupaten Merangin pada pengujian laboratorium tahun 2020 lalu disebut masih normal dan berada dibawah ambang batas pencemaran.

Untuk mengetahui tingkat pencemaran dan kelayakan Air Sungai Batang Masumai, yang diduga akibat dampak Penambangan Emas Tampa Izin (Peti), Unit Pelaksana Teknik Daerah (UPTD) Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup Merangin melakukan uji sampling.

Pertama Uji sampling dilakukan pada tanggal 4 Desember 2020, dengan mengambil air di Desa Pulau Layang, dengan titik sampling di tengah Sungai Batang Masumai.

Uji sampling juga dilakukan pada tanggal 7 Desember 2020, dengan mengambil air sebagai bahan Sampling di ambil titik lain, bagian hulu, lokasinya di Desa Perentak Pangkalan Jambu.

Kabid Pengendalian Dinas Lingkungan Hidup, Totok mengatakan bahwa uji laboratoruim Air Sungai Batang Masumai dilakukan untuk mengetahui tingkat kelayakan air. Sebab keruhnya air tersebut diduga sudah tercemar dengan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

"Jadi hasil labor yang dilakukan pada ahir 2020, Total Suspended Solid (TSS) masih diangka 32 dan 31, angka itu masih normal," ungkapnya belum lama ini.

Totok menjelaskan, yang termasuk dalam TSS itu sendiri adalah jenis lumpur, tanah liat, logam oksida, bakteri dan jamur. Totok menjelaskan dampak dan bahayanya jika Masyarakat menggunakan Air Batang Masumai.

"kalau masyarakat menggunakan air itu, yang jelas penyakit yang muncul bisa gatal gatal, korengan dan semacam penyakit kulit lainnya," ujar Kabid Pengendalian DLH Merangin.

Imbas lain selain penyakit kulit jika mengkonsumsi Air Batang Masumai, jika diolah oleh PDAM akan menghasilkan kos atau biaya yang tinggi.

"Karena sudah tercemar untuk mendapatkan air yang tidak berbau dan tidak terasa, Mereka (PDAM,red) pasti mengeluarkan Kos yang tinggi," pungkasnya.

Memang di Ketahui, Air Sungai Batang Masumai sudah lama tercemar yang diduga akibat aktivitas PETI.

Dari pantau tribunjambi.com di Ujung Tanjung yang merupakan pertemuan Sungai Batang Masumai dan Batang Merangin tampak berbeda. Perbedaan warna air Batang Masumai tampak sangat keruh jika dibandingkan dengan air sungai Batang Merangin.

Baca juga: Ramalan Zodiak Keuangan untuk Besok, Sagitarius Hampir Tertipu

Baca juga: Sosok Ebrahim Raisi, Presiden Baru Iran yang Buat Israel Bereaksi Keras, Dikenal Sebagai Algojo

Baca juga: NONTON Online Boruto Episode 204 Sub Indonesia Gratis di HP, Naruto Sasuke Siap Lawan Jigen

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved