Breaking News:

Berita Batanghari

Alat Berat Tak Boleh Masuk ke Konsesi PT REKI, Oknum Masyarakat Lakukan Perusakan, Camat Komentar

Sekelompok orang yang melakukan aksi itu diduga mengatasnamakan warga RT 36 Dusun Kunangan Jaya 2 Desa Bungku, Batanghari yang bermukim

Penulis: A Musawira | Editor: Nani Rachmaini
tribunjambi/mareza sutan aj
Ilustrasi. Tim perlindungan PT Reki menemukan alat berat yang beroperasi di kawasan Hutan Harapan, tepatnya di RT 36 Dusun Kunangan Jaya II, Batanghari, Jambi, pada 2018 lalu. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN-Camat Bajubang, Ichwan menanggapi soal aksi anarkis yang dilakukan sekelompok masyarakat di wilayah Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari terhadap PT Reki.

Sekelompok orang yang melakukan aksi itu diduga mengatasnamakan warga RT 36 Dusun Kunangan Jaya 2 Desa Bungku, Batanghari yang bermukim di kawasan konsesi PT Restorasi Ekosistem Indonesia-Hutan Harapan, yang hendak memasukan alat berat secara paksa ke kawasan hutan negara.

Karena tak diberikan izin, kelompok masyarakat itu melakukan pembakaran dan pengrusakan terhadap sejumlah bangunan fasilitas serta penyenderaan masyarakat SAD Batin Sembilan dengan meminta tebusan Rp 450 juta.

Camat Bajubang mengatakan perlu adanya upaya agar konflik ini tidak terjadi lagi. Diketahui kata dia di dalam PT Reki itu sudah banyak masyarakat yang pendapatannya bersumber dari sana.

Kali ini, masyarakat terkendala soal infrasturktur jalan angkutan yang digunakan untuk membawa hasil panen buah sawit.

“Kalau misalnya perbaikan jalan itu dengan cara gotong royong dan manual pasti lambat dan hasilnya juga tidak maksimal,”

“Akhirnya masyarakat bersepakat mendatangkan alat berat, jelas-jelas di dalam kawasan itu melanggar karena area hutan konsesi prihal izin dipegang PT Reki,” kata Ichwan selaku Camat Bajubang, Sabtu (19/6/2021).

Lanjut, kata dia PT Reki dan masyarakat tentu memiliki kepentingan masing-masing, sebaiknya harus duduk bersama, dan jalin komunikasi yang intens antara masyarakat dan perusahaan.

“Ada masyarakat yang hidup dari situ dan ada perusahaan yang diberikan izin, jadi ada dua kepentingan besar yang saling berbenturan. Perlu ada upaya komprehensif menyeluruh tanpa merugikan keduabela pihak,” katanya.

Diharapkan kejadian seperti ini tidak terulang kembali masyarakat yang tinggal di lingkungan PT Reki ini bisa menjalankan aktivitasnya dengan tenang begitu juga PT Reki yang bekerja tanpa ada gangguan.

“Perlu adanya duduk bersama supaya kedua bela pihak kembali harmonis. Peristiwa seperti ini jangan terulang lagi,” pungkasnya.

Baca juga: NASIB Anggota TNI Dipenjara 5 Bulan Karena Selingkuh dengan Istri Orang, Dari Tahun 2019 Berhubungan

Baca juga: YAMAMORI Seru Keliling Kota Jambi, Buktikan Keunggulan Yamaha Gear 125 Membuat Nyaman Pengendara

Baca juga: Pedagang Ramai Tolak Car Free Night Tugu Keris Siginjai Ditutup Malam Ini

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved