Breaking News:

Campus Blitz

Mahasiswa UIN Suarakan Bahaya Penambangan Ilegal

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi suarakan bahaya penambangan emas tanpa izin bagi kehidupan

Penulis: Ade Setyawati | Editor: Nani Rachmaini
Tribun Jambi/Mareza Sutan
UIN STS Jambi. 

TRIBUNJAMBI COM, JAMBI - Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi suarakan bahaya penambangan emas tanpa izin bagi kehidupan yang akan datang.

Selain itu menyoroti perlunya kehadiran pemerintah untuk mencegahnya.

Atia Rahmah Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi yang tergabung dalam Komunitas Pusat Kajian Sains, Layanan Produk Halal dan Sertifikat Haji serta Umroh dan juga sebagai Youthvolunteer UIN STS Jambi.

Suarakan bahayanya penambangan emas ilegal, baik bagi masyarakat, lingkungan maupuan kehidupan dibawah sungai Batanghari, dalam lomba yang diadakan oleh Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tingkat nasional.

Dalam kegiatan ini ia mengangkat judul tentang dampak penambangan emas tanpa izin di sungai Batanghari untuk kehdiupan yang akan datang.

Sungai Batanghari merupakan sumber kehidupan masyarakat yang tinggal disekitarnya baik bagi masyarakat Jambi maupun masyarakat Sumatera Barat karena sungai ini memiliki kualitas air yang jernih.

Selain sebagai sumber kehidupan manusia, sungai ini juga merupakan tempat hidup berbagai jenis habitat laut.

Secara umum Batanghari dimanfaatkan masyarakat sebagai kebutuhan irigasi air, pertanian industri, peternakan, keperluan domestik, sarana transportasi, penambangan, sumber air baku dan dimanfaatkan juga sebagai usaha perikanan.

Namun karena banyaknya manfaat dari sungai ini masyarakat justru memanfaatkan keadaan dengan seenaknya tanpa memperdulikan bahaya dan resiko yang akan terjadi dikemudian hari.

"Sebenarnya pencemaran lingkungan ini terjadi karena perbuatan manusia sendiri, Ada yg memanfaatkan sebagai pembuangan limbah zat warna yang bersifat karsinogenik dan penambangan illegal yang dilakukan masyarakat disekitar sungai Batanghari," jelasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved