Firli Bahuri Dicecar Aiman Pilih Pancasila Atau Agama, Jawabannya Buat Kaget
Aiman melempar pertanyaan, jika Firli yang diminta untuk memilih agama atau Pancasila, apa yang akan dipilihnya.
Firli Bahuri Dicecar Aiman Pilih Pancasila Atau Agama, Begini Jawabannya
TRIBUNJAMBI.COM - Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang sebagai syarat peralihan pegawai KPK sebagai ASN masih jadi polemik hingga saat ini.
Banyak tudingan miring, jika TWK sengaja dilakukan untuk menyingkirkan pegawai KPK yang selama ini dicap Taliban.
Diketahui 75 pegawai KPK dinyatakan tidak lolos, salah satunya Novel Baswedan, penyidik senior KPK.
Bukan hanya Novel, beberapa penyidik KPK yang kini tengah menangani kasus besar juga tak lolos TWK.
Presenter Kompas TV, Aiman Wicaksono mengajukan pertanyaan kepada Ketua KPK Firli Bahuri.
Kepada Firli, Aiman menanyakan, mana yang Anda pilih, Pancasila atau agama?
Pertanyaan ini identik dengan pertanyaan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) terhadap pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akan diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS), beberapa waktu lalu.
Baca juga: Kamis Besok Ketua KPK Firli Bahuri Akan Diperiksa Komnas HAM Terkait TWK
Baca juga: Yunarto Wijaya Sebut Ganjar Pranowo Akan Dianggap Berkhianat dari PDIP, Survei SMRC Diluar Dugaan
Baca juga: Suami Meninggal, Tubuh Mulatmi Makin Tak Berdaya Digerogoti Tumor Ganas, Butuh Uluran Tangan
Aiman melontarkan pertanyaan tersebut dalam acara Aiman di Kompas TV yang ditayangkan, Senin (14/6/2021).
Awalnya Firli mengatakan bahwa ia tidak ingin mengomentari materi pertanyaan tersebut, namun setelah Aiman menanyakan kembali, Firli akhirnya memberi tanggapan bahwa pertanyaan tersebut pernah dialami oleh siapa pun yang mengikuti TWK.
“Saya tidak ingin mengomentari materi pertanyaan di TWK, tapi pertanyaan-pertanyaan tersebut pernah ditemukan oleh siapapun yang mengikuti TWK, termasuk saya,” kata Firli dalam tayangan tersebut.
Firli menjelaskan semestinya semua pertanyaan bisa disikapi tergantung dengan sikap dan perilaku orang yang menjawabnya.
Ia mencontohkannya dengan memberikan penjelasan terkait penyataan terkait dengan setuju atau tidak setuju seseorang pada gerakan untuk merubah Pancasila sebagai dasar negara.

“Bagaimana sikap anda? Anda tinggal memilih apakah anda sangat setuju, setuju, netral, tidak setuju atau sangat tidak setuju,” sebut dia.
“Semua kembali pada sikap perilaku kita melihat pernyataan. Begitu juga dengan pertanyaan. Tentu saya tidak ingin masuk dengan tata cara mereka melakukan wawancara, misal tadi disebutkan apakah anda bisa memilih agama atau memilih Pancasila?