Breaking News:

Berita Selebritis

Selamat Jalan Markis Kido, Unggahan Marcus Gideon Ditanggapi Lee Chong Wei: Terima Kasih Segalanya!

Unggahan Marcus Gideon saat beri ucapan duka untuk Markis Kido rupanya ditanggapi langsung oleh legenda bulutangkis Malaysia, Lee Chong Wei.

Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Tommy Kurniawan
ist
Markis Kido Meninggal Dunia, Unggahan Marcus Gideon Ditanggapi Lee Chong Wei: Terima Kasih Segalanya! 

TRIBUNJAMBI.COM - Kabar meninggalnya legenda bulutangkis Markis Kido mendadak ramai banjir ucapan, bahkan ucapan Marcus Gideon ditanggapi oleh Lee Chong Wei di Instagram.

Sebelumnya, Markis Kido meninggal dunia usai terjatuh dan pingsan saat berlatih bulutangkis di GOR, Alam Sutera, Tangerang, Senin (14/6/2021).

Meninggalnya legenda Indonesia Markis Kido tentu menjadi duka mendalam bagi dunia bulutangkis.

Seperti baru-baru ini unggahan Marcus Gideon saat beri ucapan duka untuk Markis Kido rupanya ditanggapi langsung oleh legenda bulutangkis Malaysia, Lee Chong Wei.

Sontak saja, unggahan Marcus Gideon itu langsung ramai sorotan para fans.

"RIP uda kido, terima kasih atas segala saran dan bimbingannya," tulis Marcus Gideon pada unggahan di akun Instagram pribadinya.

Diketahui selain Hendra Setiawan, Markis Kido juga pernah berpasangan dengan Marcus Gideon di tahun 2013 silam.

Ketika itu Marcus Gideon baru saja memutuskan keluar dari Pelatnas Cipayung.

Kombinasi Marcus Gideon dan Markis Kido berhasil menorehkan berbagai prestasi, beberapa di antaranya adalah titel juara French Open 2013 dan Indonesian Masters 2014.

Baca juga: Dewi Perssik Beri Tamparan Telak, Bisnis Licik Bunga Denise Cadel Terbongkar: Astagfirulloh

Baca juga: Wajah Lemas BCL Disorot Usai Terpapar Covid-19, Ibunda Noah Sinclair Beri Pesan Sendu: Sampai Jumpa

Kronologi Meninggalnya Markis Kido

Saat tak sadarkan diri, Markis Kido itu disaksikan langsung oleh legenda pebulutangkis lainnya, yakni Candra Wijaya.

Dunia bulu tangkis Indonesia tengah berduka usai Markis Kido dikabarkan meninggal secara mendadak pada Senin (14/6/2021) malam WIB.

Markis Kido meninggal usai terjatuh dan pingsan saat berlatih bulu tangkis di GOR Petrolin, Alam Sutera, Tangerang.

Kejadian tersebut disaksikan langsung oleh salah satu senior Markis Kido di tim nasional bulu tangkis Indonesia sekaligus sosok legenda, Candra Wijaya.

Menurut penuturan Candra, pada saat kejadian dirinya tengah duduk di pinggir lapangan dan tiba-tiba melihat Kido terjatuh hingga pingsan.

Candra pun berlari mencoba memberi pertolongan kepada Kido, hingga akhirnya juniornya itu dibawa ke Rumah Sakit Omni Tangerang.

Sayang pertolongan yang dilakukan masih belum bisa menyelamatkan nyawa Markis, mantan pasangan Hendra Setiawan itu meninggal dunia.

Sebelumnya, Markis Kido pahlawan peraih medali emas Olimpiade 2008 Beijing itu memang masih rutin bermain bulutangkis demi menjaga kebugaran tubuhnya.

Kegiatan itu juga yang menjadi unggahan terakhir Kido di akun Instagram pribadinya.

Tepat satu pekan lalu sebelum tutup usia.

"Olahraga, biar badan seger," begitulah bunyi keterangan yang dituliskan pria kelahiran Jakarta itu.

Menilik dari unggahannya itu, banyak tokoh-toh ternama hingga para penggemar mengucapkan rasa belasungkawanya.

"Selamat Jalan Maestro Bulutangkis Indonesia," ujar Ahmad Syaikhu.

"Rest in Peace, Legend," tulis akun shitpost Dagelan.

"Inalillahi wa innailaihi rojiun. Semoga amal ibadah diterima oleh Allah SWT.

Amin. Selamat jalan legend!" tulis salah satu penggemarnya.

"Tenang di alam baru nya kawan, semoga dosa-dosamu diampuni dan ditempatkan di surga," timpal penggemar lainnya.

Sebagai informasi, semasa hidupnya, mantan rekan setim Hendra Setiawan itu merupakan pebulutangkis berprestasi yang kerap kali mengharumkan nama bangsa Indonesia lewat nomor ganda putra.

Puncak kariernya ketika berpasangan dengan Hendra Setiawan.

Dia sempat meraih medali emas Piala Dunia Badminton 2006, medali emas Kejuaraan Dunia BWF 2007, dan puncaknya medali emas Olimpiade 2008 Beijing.

Markis Kido juga menyabet dua kali medali emas Kejuaraan Asia 2005 dan 2009 serta Asian Games 2010 di China.

Dia juga tiga kali merebut medali emas SEA Games.

Pria 36 tahun itu juga mengoleksi 10 gelar BWF Superseries dan BWF Grand Prix.

Disangka Terkena Stroke

Ibunda Kido, Zul Asteria yang tampak tegar menjelaskan kondisi putra pertamanya tersebut.

“Dia sepertinya memang maunya (hidup dan matinya) di lapangan kali ya. Tadi saya berdoa semoga masih bisa selamat,” kata Zul.

“Saya kira tadi hanya stroke, karena dia kan punya darah tinggi terus mungkin jatuh dan pembuluh darahnya pecah. Saya berdoanya begitu tapi ternyata mas Kido diambil," lanjutnya.

Seperti diketahui, selama ini, Kido memang setiap hari Senin rutin bermain bulutangkis dengan sebuah tim di GOR Petrolin, Alam Sutera, Tangerang.

Markis Kido meninggalkan seorang istri, Richasari Pawestri dan dua orang putri.

Jenazah malam ini akan langsung disemayamkan di rumah duka Jalan Gemak B149, RT.003/RW.009, Jaka Setia, Kec. Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Pemakaman masih menunggu kedatangan sang istri dari Solo.

Pahlawan Bulutangkis Indonesia

Menteri Pemuda dan Olahraga ( Menpora ) Zainudin Amali merasa sangat kehilangan dan berduka atas meninggalnya Markis Kido.

Seperti diketahui, peraih medali emas Olimpiade 2008 malam ini dikabarkan meninggal dunia akibat serangan jantung.

“Sebagai Menpora tentu saya merasa bersedih atas meninggalnya Markis Kido. Mantan atlet bulutangkis yang telah mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia,” kata Menpora Amali saat dihubungi Tribunnews, Senin (14/6/2021).

Menpora Amali mengatakan kepergian Markis Kido untuk selamanya pastinya juga dirasakan seluruh masyarakat pecinta bulutangkis.

Terlebih almarhum mempunyai kepribadian yang sangat bak sehingga menjadi contoh bagi pebulutangkis junior maupun senior.

Bahkan, atas prestasi membanggakan yang pernah diraih Markis Kido, Menpora Zainudin Amali menyematkan Markis Kido sebagai pahlawan bulutangkis Indonesia.

“Almarhum pernah berada di puncak prestasinya yaitu meraih medali emas untuk ganda putra di Olimpiade Beijing tahun 2008 berpasangan dengan Hendra Setiawan.

Masyarakat olahraga khususnya Cabor bulutangkis pasti sangat kehilangan karena dia bisa menjadi contoh dan motivasi bagi para atlet yunior maupun senior yang masih aktif bermain,” kata Menpora Amali.

“Selamat jalan pahlawan bulutangkis Indonesia,” pungkasnya.

Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved