Breaking News:

Berita Tanjabbar

BK DPRD Tanjabbar Belum Terima Surat Penetapan Budi Azwar Sebagai Tersangka

Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat memberikan tanggapan terkait dengan seorang anggota DPRD Kabupaten

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI/SAMSUL BAHRI
Ketua BK DPRD Tanjabbar, Abdurahman 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL-Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat memberikan tanggapan terkait dengan seorang anggota DPRD Kabupaten Tanjabbar, Budi Azwar yang telah di tetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencurian buah sawit milik PT Produk Sawit Indonesia atau anak perusahaan dari Makin Group yang berlokasi di Pelabuhan Dagang, Kecamatan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjabbar.

Ketua BK DPRD Tanjabbar, Abdurahman saat dikonfirmasi, Senin (14/6). Ia menyebutkan bahwa secara surat resmi pihaknya belum menerima surat terkait dengan telah di tetapkan nya Budi Azwar dalam kasus yang kini tengah berproses di Polda Jambi.

"Secara resmi kita belum menerima surat terkait dengan itu (penetapan tersangka). Tapi kalo kita baca di media, baca di koran iya kita tau penetapannya. Tapi secara resmi kita belum, ya kita sifatnya menunggu saja,"katanya

Sebelumnya diberitakan bahwa Penyidik Ditreskrimum Polda Jambi menetapkan anggota Komisi I DPRD Kabupaten Tanjabbar, sebagai tersangka dalam kasus pencurian buah sawit milik PT Asian Agri Makin Group. Budi Azwar diduga terlibat dalam kasus Pencurian Buah Sawit milik PT Produk Sawit Indonesia yang dilakukan oleh tiga anggota koperasi Serba Usaha Pelanggan Jaya (KSUPJ) pada April lalu.

Budi Azwar diketahui sebagai Ketua Koperasi KSUPJ tersebut. Sementara sebelumnya tiga pengurus koperasi juga sudah ditahan oleh Polda Jambi. Disisi lain, Abdurahman menyebutkan bahwa jika nantinya surat tersebut ada pada BK DPRD Tanjabbar pihaknya akan melakukan tindakan sesuai dengan mekanisme yang ada.

"Kalo datang surat tentu mekanismenya ada, kan kita ada lima orang di BK. Tugas kami di BK ini kan cuma meluruskan, BK tidak ada penghukuman. Tapi kita berdoa bersama lah supaya jangan sampai di BK, barang (permasalahan) ini sudah selesai,"ungkapnya.

Namun dikatakan oleh Abdurahman jika memang nantinya akan ada surat terkait dengan penetapan tersangka Budi Azwar, pihak BK akan melakukan rapat. Nanti pihaknya akan meminta penjelasan terkait hal tersebut, karena saat ini komunikasi antara dirinya secara pribadi dengan Budi Azwar belum membahas terkait hal tersebut.

"Kalo pun harus di laksanakan di BK kita siap. Kita akan rapatkan kalo surat masuk, kita akan undang anggota BK, kita akan duduk sama-sama dan kita lakukan rapat, hasil rapat baru kita jelaskan. Komunikasi belum ada bahas itu, ya komunikasi hanya komunikasi biasa saja,"pungkasnya.

Baca juga: Peserta Lulus SBMPTN Bisa Segera Daftar Ulang, Informasi Disosialisasikan di Laman Unja

Baca juga: Mengaku Ada Urusan Ke Medan, Ternyata Sekda Nias Utara Pesta Narkoba, Bupati Angkat Bicara

Baca juga: Sosok Sekda Nias Utara yang Kedapatan Tengah Berpesta Narkoba Bersama Lima Wanita

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved