Renungan Kristen
Renungan Harian Kristen - Tuhan Melihat Hati Seseorang
Bacaan ayat: 1 Samuel 16:7 (TB) Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah
Tuhan Melihat Hati Seseorang
Bacaan ayat: 1 Samuel 16:7 (TB) Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."
Oleh Pdt Feri Nugroho
Pernahkah terfikir untuk membela diri dihadapan Tuhan? Atau mencoba dengan sengaja membohongi Tuhan?
Mungkin pernah berjanji sesuatu kepada Tuhan dan belum / tidak ditepati karena berbagai alasan?
Atau sekedar sedikit main petak umpet dengan Tuhan dengan berbagai dalih dan alasan?
Cerita Alkitab jujur ketika memaparkan mereka yang mencoba mengelabuhi Tuhan dengan berbagai trik dan intrik.
Apa hasilnya? Semua gagal. Tidak akan mungkin mengelabuhi Tuhan, sementara Dia adalah yang Maha Tahu terhadap segala sesuatu.
Kain mencoba berdalih ketika membunuh Habel, adiknya. Ia berfikir bahwa kejahatannya bisa disembunyikan.
Ternyata darah adiknya yang tercurah ditanah berteriak kepada Tuhan. Kain dihukum Tuhan.
Menara Babel dibangun demi ketenaran yang hendak meruntuhkan kekuasaan Tuhan; maksud tersebut gagal dan manusia berserak dengan bahasa yang berbeda-beda.
Saul diminta untuk memusnahkan semua musuh, namun ia mengambil harta kambing domba sebagai jarahan.
Dengan alasan untuk persembahan. Tuhan tidak berkenan.
Daud berstrategi untuk merebut istri Uria dengan menempatkannya di medan perang agar terbunuh. Hukuman Tuhan tidak bisa dihindarkan menimpa kehidupannya.
Ananias dan Safira sengaja menahan hasil penjualan tanah dan berbohong dengan mengatakan bahwa apa yang dipersembahkan adalah hasil semua penjualan tanah.
Mereka mati, mendapat murka Tuhan.
Fakta ini memberikan pelajaran berharga bagi kita bahwa Allah tidak pernah bisa dikelabuhi. Allah, Sang Pencipta langit dan bumi adalah Allah yang Maha Tahu. Ia senantiasa berkarya dengan cara yang ajaib.
Dimanapun tempat ruang dan waktu manusia, selalu terpasang CCTV Allah yang terus melihat apapun yang dilakukan manusia.
Rasanya hanya kebodohanlah yang masih membuat seseorang berfikir untuk membohongi Tuhan demi kepentingan hidupnya.
Saul harus lengser dari tahta. Dia tidak lagi hidup dalam ketaatan kepada Tuhan. Ketenaran dan kekuasaan telah membuatnya beralih fokus.
Ia tidak lagi melihat karya Tuhan namun beralih pada kekuasaan yang dimilikinya. Benar bahwa Tuhan sendiri yang memilih Saul.
Namun ketika pilihan-Nya tidak berlaku seperti yang dikehendaki-Nya, dalam otoritas-Nya, Ia akan mengganti dengan yang lain.
Samuel mendapat mandat untuk mencari pengganti bagi Saul. Strategi diatur agar ia tidak terancam oleh Saul yang masih berkuasa.
Atas pimpinan Tuhan, ritual permberian korban persembahan dipakai sebagai strategi untuk memilih siapa yang hendak diurapi Tuhan untuk menggantikan Saul.
Sudah sewajarnya jika kondisi fisik terbaik menjadi pertimbangan utama. Tugas seorang raja bukanlah perkara kecil.
Raja harus mampu memimpin kerajaannya dengan baik, tentu di dukung oleh kondisi fisik terbaik.
Tuhan berkehendak lain.
Satu demi satu anak Isai tampil, namun tak seorangpun yang berkenan kepada Tuhan.
Sampai akhirnya Daud, yang tidak masuk hitungan, justru terpilih untuk diurapi menjadi raja menggantikan Saul.
Alasannya? Allah melihat hati.
Mengenal Tuhan sebagai pencipta langit dan bumi, seharusnya menyadarkan kita bahwa tidak mungkin kita bisa membohongi Tuhan.
Tidak tempatnya merasa benar dihadapan Tuhan, sementara Dia adalah Sang Kebenaran.
Jika pernah punya janji sesuatu kepada Tuhan, segeralah tepati.
Waktu kadang membuat kita lupa, namun Tuhan tidak pernah lupa.
Belajarlah dari Yefta. Ketika ia berjanji akan mempersembahkan apapun yang keluar dari rumah ketika ia memenangkan pertempuran; anaknya menyambut dengan tarian.
Janjinya dilakukan meskipun harus kehilangan. Ia tahu bahwa kemenangan yang diperolehnya, bukan karena kemampuannya memimpin, namun karena anugerah Tuhan.
Tidak ada yang tersembunyi bagi Tuhan. Meskipun saat ini biasa-biasa saja, seakan Tuhan mengabaikan pelanggaran.
Saatnya selalu akan tiba ketika keadilan Tuhan dinyatakan. Allah memang sangat mengasihi kita. Justru karena kasih-Nya, Ia berlaku adil.
Karya penebusan di dalam Yesus Kristus menjadi puncak keadilan dan kasih Allah diperjumpakan.
Dalam Yesus keadilan Allah dinyatakan dalam bentuk hukuman berupa kematian, dan kasihnya terwujudnyatakan bahwa siapa yang percaya akan mendapatkan kehidupan yang kekal.
Jangan pernah mengelabuhi Tuhan dengan cara apapun. Sebab ia melihat kehidupan, bahkan sampai kepada kedalaman hati.
Amin.
Renungan oleh Pdt Feri Nugroho S.Th, GKSBS Palembang Siloam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/08012021-renungan.jpg)