Breaking News:

Berita Bungo

Ratusan Masyarakat Bungo Cerai, Faktor Ekonomi menjadi Penyebab Utama

Tak hanya masyarakat biasa, ASN juga ada tercatat sebagai penggugat dan tergugat cerai

Istimewa
Kepala Pengadilan Agama Bungo Ahmad Farhan Subhi, S.Sy, SH.,MH 

TRIBUNJAMBI.COM, BUNGO -- Ratusan pasang masyarakat Bungo bermasalah dalam rumah tangga. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya perkara keluarga yang masuk ke Pengadilan Agama Muara Bungo.

Kepala Pengadilan Agama Bungo Ahmad Farhan Subhi, S.Sy, SH.,MH menyebut, perkara yang paling menonjol ditangani oleh PA Bungo adalah perkara rumah tangga, yaitu perceraian.

Kasus perceraian yang terjadi di Bungo kebanyakan adalah cerai gugat, dimana isteri menggugat cerai suami.

"Hingga sekarang kita sudah menerima 209 perkara. Perkara yang masuk itu didominasi perceraian," kata Farhan, Senin (7/6).

Dalam kasus perceraian ini, mayoritas disebabkan oleh faktor ekonomi. Kemudian disusul dengan perselingkuhan atau orang ketiga, selanjutnya KDRT dan faktor-faktor lainnya.

Tak hanya masyarakat biasa, ASN juga ada tercatat sebagai penggugat dan tergugat cerai.

"Kalau ASN kebanyakan karena pihak ketiga. Tapi faktor ekonomi ada juga," imbuhnya.

Pria yang juga menjabat sebagai hakim ini belum bisa memberikan rincian perkara apa saja yang ditangani. Namun mengaca pada tahun sebelumnya, perceraian mendominasi gugatan dari isteri.

"Cerai gugat tahun 2020 lalu 289, dari kasus itu, cerai talak sebanyak 86 kasus. Untuk 2021 belum bisa dirincikan," imbuhnya. (*)

Baca juga: VIDEO Viral Pol PP Patahkan Gitar Ukulele Milik Pengamen, Ternyata Inilah Fakta Sebenarnya

Baca juga: Atta Halilintar Buka Suara Soal Ungkapan Netizen Sebut Keluarga Gen Halilintar Buat Muak di Malaysia

Baca juga: Ashanty Terima Kenyataan Pahit saat Obati Penyakit Autoimun ke Turki, Ternyata Juga Idap Batu Ginjal

Penulis: Muzakkir
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved