Breaking News:

Berita Sarolangun

Instansi Pusat akan Datang ke Sarolangun Kunjungi Suku Anak Dalam

Kilas balik massa lalu, pada pendirian perusahaan tersebut, Arif Ampera menyatakan dahulunya..

Penulis: Rifani Halim
Editor: Nani Rachmaini
Tribunjambi/rifani halim
Arif Ampera asisten 1 Setda kabupaten Sarolangun 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Dua instasi pemerintah pusat, lembaga mandiri, akan datang mengunjungi Suku Anak Dalam di kabupaten Sarolangun, kecamatan Air Hitam.

Kunjungan tersebut akan dilakukan pada hari Rabu 9 Juni 2021. Setelah mengunjungi kecamatan Air Hitam, rombongan tersebut akan melipir ke Pemkab Sarolangun dan akan melakukan rapat koordinasi.

Arif Ampera asisten 1 Setda kabupaten Sarolangun menyebutkan, yang akan hadir dalam waktu dekat tersebut yakni, Komnas HAM, DPD, kementrian agraria dan tata ruang dan staff kepresidenan.

Lanjutnya, dari empat instansi tersebut ada sekitar 15 orang yang akan mendatangi Suku Anak Dalam, pada hari Kamis10 Juni 2021 rombongan akan melipir ke Pemkab Sarolangun.

"Tujuan mereka hadir di Sarolangun yakni, meninjau tuntutan masyarakat Suku Anak Dalam untuk lahan penghidupan," katanya setelah rapat bersama dengan instansi terkait, Senin (7/6/2021).

Dirinya menegaskan, kedatangan instansi tersebut bukanlah karena adanya laporan dari lembaga manapun, secara gamlang dia bilang tak ada konflik antara perusahaan maupun Suku Anak Dalam dan Pemkab Sarolangun.

Kata Arif Ampera, masalah itu muncul ketika pihak perusahaan sudah memberikan kehidupan untuk masyarakat. Kehidupan untuk masyarakat tersebut yakni KKPA.

"Sebenernya ini tidak ada konflik, ini keinginan masyarakat desa sendiri," ungkapnya.

Arif Ampera menyebutkan, belum mengetahui apakah masyarakat yang melakukan tuntutan tersebut memang dari masyarakat Suku Anak Dalam yang berbeda di kecamatan Air Hitam ataukah diluar dari kabupaten Sarolangun.

"Kita belum mengetahui, kita lihat besok ini. Karena dari kehidupan masyarakat disana dalam massa pendirian perusahaan tersebut, sudah di akomodir sebanyak 50 KK Suku Anak Dalam. Sudah di akomodir sejak tahun 1998," katanya.

Sebab, pada waktu itu pada massa pendirian perusahaan tersebut masyarakat Suku Anak Dalam masih berjumlah 50 KK. Sesuai dengan perkembangan maka jumlah pastinya akan bertambah.

"Kalau sekarang jumlahnya bertambah menjadi 192 ini adalah perkembangan," katanya.

Kilas balik massa lalu, pada pendirian perusahaan tersebut, Arif Ampera menyatakan dahulunya masyarakat Suku Anak Dalam diberikan sebanyak dua hektar lahan, perkepala keluarga, massa itu ada sebanyak 50 kepala keluarga. Dengan jumlah keseluruhan luas yang diberikan oleh perusahaan sebanyak 100 hektar.

Baca juga: Sayuran yang Membantu Menurunkan Asam Urat Tinggi - Kentang, Brokoli, Seledri, Tomat

Baca juga: Ayah Korban Sate Beracun Kirimkan Surat Kepada Pelaku, Nani Menangis Sepanjang Rekonstruksi

Baca juga: Pasangan Seleb Korea yang Memilih Bercerai, Ada Song Hye Kyo dan Song Joong Ki

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved