Breaking News:

KDRT

Pukul Nenek dengan Ganggang Sapu, Asma Laporkan Cucu ke Polisi

Wilson alias Yoga (19) tega menganiaya neneknya sendiri yang bernama Asma Binti Ibrahim (80), warga Kelurahan Pauh, Kecamatan Pauh

TRIBUNJAMBI/RIFANI HALIM
Tersangka penganiayaan pada nenek sendiri, Yoga dibawa ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Jumat (28/5) lalu. Yoga sempat melarikan diri berbulan-bulan lamanya. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Wilson alias Yoga (19) tega menganiaya neneknya sendiri yang bernama Asma Binti Ibrahim (80), warga Kelurahan Pauh, Kecamatan Pauh Kabupaten Sarolangun Jambi.

Perbuatan penganiayaan ini dilakukan sang cucu, hanya karena persoalan sepele, yakni menuduh sang nenek mencuri palu besi atau tukul besi.

Kejadian itu terjadi pada hari Sabtu, 26 September 2020 tahun lalu sekitar pukul 12.00 WIB. Pada saat korban (nenek pelaku) sedang menyapu teras rumah, cucu korban yang bernama Yoga keluar dari dalam rumah dan menghampiri korban lalu menanyakan dimana tukul besi.

Kemudian korban menjawab tidak tahu, akan tetapi tiba-tiba tanpa sebab pelaku marah kepada korban dan mengatakan korban maling tukul besi tersebut, kemudian cucu korban memukul korban dengan menggunakan gagang sapu yang terbuat dari besi.

Akibat penganiayaan tersebut korban menderita luka memar dan luka robek di bagian tangan kanan korban, kemudian pelaku langsung melarikan diri meninggalkan rumah korban.

Atas peristiwa tersebut korban tidak menerima atas perlakuan cucunya dan melaporkan kejadian ke Polsek Pauh. Kapolres Sarolangun AKBP Sugeng Wahyudiyono, melalui Kapolsek Pauh AKP Maskat Maulana, membenarkan kejadian tersebut.

Kepolisian langsung berupaya melakukan pengkapan pelaku.

Hingga akhirnya pada hari Jumat tanggal 28 Mei 2021 sekitar pukul 18.30 Wib, unit Reskrim Polsek Pauh mendapatkan informasi bahwa pelaku yang sudah melarikan diri beberapa bulan sering bermain ke rumah, sumber informasi petugas.

Selanjutnya Unit Reskrim Polsek Pauh langsung menuju ke rumah sumber informasi yang berada di Kelurahan Pauh Kecamatan Pauh, setelah mengetahui keberadaan pelaku Unit Reskrim Polsek Pauh langsung mengamankan dan membawa pelaku ke Polsek Pauh untuk diproses lebih lanjut.

Sejumlah barang bukti pun ikut diamankan polisi berupa 1 (satu) buah sapu dengan gagang patah terbuat dari besi berwarna silver, 1 (satu) lembar surat Visum Et Revertum Puskesmas Kecamatan Pauh.

“Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan sanksi sesuai 351 ayat (1) KUHPidana yang berbunyi Barangsiapa dengan sengaja melakukan penganiayaan mengakibatkan luka, dengan ancaman hukuman penjara,” katanya.

Penulis: Rifani Halim
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved