Sahabat Rasulullah
Doa Meminta Mati Syahid yang Diajarkan Nabi dan Pujian Beliau untuk para Sahabatnya
Janganlah kalian mencela sahabat-sahabatku. Seandainya salah seorang dari kalian menginfakkan emas sebanyak Gunung Uhud...
Para sahabat Nabi adalah orang-orang yang keimanannya teruji, tak terkecuali dalam medan peperangan. Mereka adalah perindu surga dan berhadap mati syahid.
TRIBUNJAMBI.COM – Para sahabat Nabi Muhammad saw adalah orang-orang terbaik sepanjang massa.
Banyak hadis yang meriwayatkan keutamaan para sahabat Nabi.
Sekalipun di antara mereka ada yang pernah berselisih pendapat.
Hadis keutamaan sahabat Nabi tersebut misalnya yang diriwayatkan dari Abdullah bin Masud, bahwa dari Nabi bersabda: ‘Sebaik-baik manusia adalah masaku, lalu orang-orang sesudah mereka, kemudian orang-orang sesudah mereka. Selanjutnya datang kaum-kaum yang kesaksian salah seorang mereka mendahului sumpahnya dan sumpahnya mendahului kesaksiannya.’ (HR Bukhari - Muslim)
Ada pula hadis muttafaqun alaih lainnya.
Yakni dari Abu Said Al Khudriy bahwa Nabi saw bersabda: “Janganlah kalian mencela sahabat-sahabatku. Seandainya salah seorang dari kalian menginfakkan emas sebanyak Gunung Uhud, tidak akan ada yang menyamai satu timbangan (pahala) seorang pun dari mereka, juga tidak akan sampai setengahnya.”
Para sahabat Nabi adalah orang-orang yang keimanannya teruji, tak terkecuali dalam medan peperangan.
Mereka adalah perindu surga dan berhadap mati syahid.
Begitu banyak riwayat yang mengisahkan betapa para sahabat Nabi berharap syahid.
Nabi Muhammad saw pun mengajarkan sejumlah doa-doa yang isinya agar dimatikan dalam keadaan husnul khatimah ataupun syahid.
Banyak yang mengamalkan doa meminta mati syahid tersebut.
Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang dengan jujur meminta kepada Allah untuk mati syahid, maka Allah akan mengangkat derajatnya seperti derajat orang yang mati syahid, meskipun nantinya dia akan mati di ranjang. (HR. Muslim 5039, dan Ibnu Majah 2797).
Berikut Tribun rangkumkan bacaan doa-doa tersebut.
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ