Berita Internasional

China Disebut Ngebet Perang dengan AS, Pengamat Prediksi Xi Jinping Bakal Duluan Picu Peperangan

Negara-negara di dunia saat ini tengah beramai-ramai meningkatnya anggaran pembelian senjata yang dilakukan banyak negara.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Kolase/Tribunjambi.com
Xi Jinping vs Joe Biden 

TRIBUNJAMBI.COM - Negara-negara di dunia saat ini tengah beramai-ramai meningkatnya anggaran pembelian senjata yang dilakukan banyak negara.

Namun berbagai pertanyaan pun muncul mengapa di tengah kondisi larangan berpergian karena pandemi Covid-19 justru banyak negara yang memperkuat militer negara masing-masing.

Tanpa terkecuali negara dengan kekuatan militer besar seperti China dan Amerika Serikat.

Seorang pakar politik juga mengatakan, Amerika Serikat (AS) dan China juga dikatakan bisa menuju konflik militer di tengah ketegangan antara kedua kekuatan.

The Beast, mobil kepresidenan Joe Biden.
The Beast, mobil kepresidenan Joe Biden. (Gaadiwaadi.com)

Express.co.uk memberitakan, ketegangan antara China dan Amerika Serikat itu berisiko pecahnya perang antara keduanya.

Seorang komentator politik Amerika Anna Paulina Luna turut mengatakan di Newsmax bahwa Beijing menginginkan perang dengan AS, bahkan negara itu sudah "menyerang" dalam bentuk lain.

Pernyataannya itu muncul saat Presiden AS Joe Biden bersiap untuk melanjutkan pembicaraan perdagangan dengan China setelah berbulan-bulan kontak minimal antara keduanya.

Saat ditanya di Newsmax tentang ketegangan baru-baru ini antara kedua kekuatan, Luna juga mengatakan bahwa AS tidak dapat berada dalam posisi lemah dalam kondisi apapun.

"Apalagi China di panggung nasional telah sekali tidak menghormati Amerika Serikat. China memang menginginkan perang dengan Amerika Serikat,” ujarnya seperti yang dikutip Express.co.uk.

“Jadi saya pikir ini lebih dalam dari sekadar ancaman kosong.”

Dia juga menambahkan bahwa China yang telah menyerang AS jauh sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia.

Baca juga: Malaysia Naik Pitam Usai Jet Tempur China Terobos Wilayahnya, Namun Tiongkok Malah Salahkan AS

Baca juga: Rencana Besar Amerika Hancurkan China Bocor, Padahal Sudah Siapkan Senjata Nuklir

Baca juga: Operasi Pengangkatan Kapal Selam KRI Nanggala-402 Diakhiri, Kerja Sama Dengan AL China Selesai

“Saya pikir itu jelas merupakan unjuk kekuatan bagi mereka untuk dapat melihat seberapa besar mereka secara ekonomi dapat membuat Amerika Serikat menderita," ujarnya.

Luna juga mengingatkan, ke depan, jika warga AS tidak bersatu sebagai sebuah negara, maka AS akan menghadapi ancaman yang sangat serius. “Amerika berpotensi terlibat perang dunia lainnya dengan China,” katanya.

Presiden Biden juga telah berusaha untuk dapat mengambil sikap keras terhadap China sejak menjadi Presiden pada Januari.

Dalam pidato pertamanya di Kongres, dia juga mengatakan bahwa AS seharusnya tidak “diam saja ketika hak asasi manusia dilanggar” oleh China, dan mengkritik praktik pencurian kekayaan intelektualnya.

Xi Jinping sudah siapkan lokasi perang melawan AS
Xi Jinping sudah siapkan lokasi perang melawan AS (kolase/tribunjambi.com)

Dia juga meningkatkan akan ketegangan dengan China pada pekan lalu setelah menyerukan intelijen AS untuk menyelidiki asal-usul Covid-19 dan adanya kemungkinan virus corona bocor dari laboratorium di Wuhan.

China pun selalu membantah keras adanya dugaan bahwa virus Covid-19 itu buatan manusia, dan menuduh Presiden Biden "memulai konfrontasi" atas masalah ini.

Pembicaraan perdagangan pun akan dilanjutkan dalam upaya untuk meringankan perang perdagangan yang dimulai di bawah Kepresidenan Donald Trump.

Trump juga memberlakukan tarif miliaran dolar untuk barang-barang China, yang sebagian besar tetap diberlakukan oleh Presiden Biden.

(*)

Baca juga: Polda Jambi Penyedia Perumahan Terbanyak dalam Launching 100.000 Rumah Untuk PNPP

Baca juga: Bripka Ridho Tutup Pintu Pos dan Mengurung Penusuknya, Motifnya Terorisme? Kenapa Pakai Pisau Dapur?

Baca juga: VIDEO Sembilan Orang Jadi Tersangka PETI di Merangin, Polisi Amankan Sepucuk Air Soft Gun

Berita lainnya seputar China

Berita lainnya seputar Amerika Serikat

SUMBER: SOSOK.ID

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved