Berita Selebritis
Meghan Markle Takut Kehilangan Gelar Bangsawan Karena Akan Kesulitan dalam Public Relations
Meghan Markle takut kehilangan gelar bangsawan dari Kerajaan Inggris, Duchess of Sussex. Meghan Markle dikatakan bertekad ingin mempertahankan gelar.
Tribunjambi.com - Meghan Markle mendapatkan titel kebangsawanan setelah menikahi Pangeran Harry pada 2018 silam.
Muncul laporan bahwa Meghan Markle dikatakan bertekad ingin mempertahankan gelar meski telah pindah ke Amerika, sebagaimana diberitakan Mirror.
Seorang sumber dekat mengatakan, Meghan Markle takut kehilangan gelar bangsawan dari Kerajaan Inggris, Duchess of Sussex.
Namun, Meghan Markle justru masih menggunakan gelar Duchess of Sussex itu di semua platform miliknya.
Padahal istri Pangeran Harry ini sudah tidak aktif sebagai anggota senior kerajaan selama 15 bulan gara-gara putuskan pindah ke Amerika Serikat.
Menurut sumber orang dalam, Meghan berpikir bahwa akan ada kesulitan dalam "Publik Relations" jika dia kehilangan gelar tersebut.
Baca juga: Kematian Sang Ibu Bikin Pangeran Harry Hilang Arah, Minum Minuman Keras hingga Narkoba
Dia dan Harry mengumumkan pengunduran diri dari Kerajaan Inggris pada Januari 2020 lalu.
Namun hingga ini, keduanya masih menggunakan gelar itu dalam kehidupan publik mereka.
Sumber yang dekat dengan mantan aktris Suits ini mengatakan kepada tabloid bahwa Meghan khawatir gelarnya dicabut.
Ketakutan ini terjadi setelah pengakuan kontroversial Pangeran Harry soal keluarga kerajaan.
"Dia memberi tahu Harry bahwa mereka perlu meredam serangan terhadap keluarga kerajaan - dia takut mereka (kerajaan) akan mengambil gelar mereka, yang akan menjadi bencana PR," kata sumber ini.
"Saat ini, dia dibanjiri tawaran, dan itu sebagian menjadi Duchess," tambahnya.
Baca juga: Pangeran Philip Susul Mantu Kesayangan Putri Diana, Bereaksi Keras saat Charles Pilih Camilla
Sebelumnya, Harry menceritakan sejumlah pengalaman pahitnya selama tumbuh di lingkungan kerajaan dalam acara The Me You Can't See.
Harry menceritakan sejumlah anggota keluarganya dan menjelaskan soal situasi kerajaan yang mengganggu kesehatan mentalnya.
"Ayah saya (Pangeran Charles) biasa mengatakan kepada saya ketika saya masih muda, dia biasa mengatakan kepada William dan saya, 'Yah, itu seperti itu bagi saya, jadi akan seperti itu bagi Anda."
"Itu tidak masuk akal," kata Harry dalam dokumenter itu.
Menurut ayah Archie ini, seharusnya Charles tidak meneruskan pengalaman pahit yang pernah dia rasakan kepada anak-anaknya.
"Hanya karena Anda menderita tidak berarti bahwa anak-anak Anda harus menderita."
Baca juga: Kisah Cinta Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II dari Masa Bertukar Surat hingga Dipisahkan Maut
"Bahkan sebaliknya, jika Anda menderita, lakukan semua yang Anda bisa untuk memastikan bahwa pengalaman negatif apa pun yang Anda alami, Anda dapat memperbaikinya untuk anak Anda," pungkasnya.
Harry juga mengklaim keluarganya menyuruhnya tetap mengikuti 'aturan main' saat dia berjuang untuk hidup di lingkungan kerajaan.
Beberapa pekan setelah pengumuman Megxit, sebutan untuk Harry dan Meghan yang keluar dari kerajaan, Istana Buckingham merilis pernyataan.
Istana Buckingham mengatakan Harry dan Meghan telah mundur dari tugas resmi kerajaan dan tidak diizinkan menggunakan gelar HRH (His Royal Highness dan Her Royal Highness).
Namun keduanya boleh terus menggunakan gelar Duke dan Duchess of Sussex.
Desas-desus mengenai gelar tersebut sempat dirilis pihak Harry dan Meghan.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews